Duh! Sektor Tambang Juga Terancam Kena Dampak Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 12 Mar 2020 12:37 WIB
Perundingan antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia masih berjalan. Menteri ESDM, Ignasius Jonan, memastikan PT Freeport setuju divestasi saham 51%.
Ilustrasi/Foto: Pool
Jakarta -

Virus corona telah menyebar ke berbagai negara. Virus ini telah mengakibatkan korban jiwa dan mengganggu perekonomian global.

Direktur Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono mengatakan, sektor tambang juga bakal terdampak virus ini, cepat atau lambat. Namun, hingga saat ini belum ada perusahaan tambang yang mengeluhkan gangguan dari virus corona.

"Saya kira pengaruh cepat atau lambat pasti ada, untuk saat ini perusahaan masih belum menyampaikan hal-hal yang menyangkut gangguan itu untuk saat ini," kata Bambang di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020).

Dia mengatakan, dari sisi harga mineral saat ini masih terpantau stabil. Bahkan, belakangan harga batu bara juga mengalami kenaikan.

"Kita lihat perkembangan harga mineral misalnya timah, nikel masih agak bagus artinya ada perkembangan, tidak signifikan, tapi masih relatif stabil. Batu bara juga demikian malah naik sedikit," katanya.

Meski begitu, jangka panjang virus ini akan memberi dampak besar. Bambang sendiri baru saja melakukan kunjungan kerja untuk memantau perkembangan smelter di Sulawesi Tenggara. Di sana, ia menemukan jika virus corona berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

"Tapi kalau long term ini bisa berpengaruh besar. Kalau untuk pekerja smelter kebetulan mengalami sendiri datang Virtue Dragon Sultra memang yang masih tahap pembangunan ada yang terganggu karena tenaga kerja China yang pulang tak bisa masuk kembali," paparnya.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)