3 Opsi Jokowi Turunkan Harga Gas yang Mahal

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 18 Mar 2020 11:00 WIB
Presiden Joko Widodo
Foto: Andhika/detikcom
Jakarta -

Untuk kesekian kalinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membahas harga gas untuk industri yang masih mahal dalam rapat terbatas dengan para menterinya. Dia ingin target harga gas industri US$ 6 per MMBTU benar-benar bisa direalisasikan.

Jokowi mengatakan, pada rapat sebelumnya sudah ada tiga opsi untuk melakukan penurunan harga gas industri. Pertama mengurangi atau bahkan menghilangkan jatah pemerintah.

"Opsi kedua pemberlakuan domestic market obligation, DMO. Opsi ketiga bebas impor gas untuk industri," tuturnya saat membuka rapat terbatas secara online dilansir dari akun streaming Sekretariat Negara, Rabu (18/3/2020).

Dalam rapat kali ini, Jokowi meminta kalkulasi dari ketiga opsi tersebut. Jokowi akan memilih mana opsi yang paling baik untuk menurunkan harga gas untuk industri tersebut.

"Kalkulasi seperti apa, saya juga perlu ingatkan agar industri yang diberikan insentif penurunan harga gas harus betul-betul diverifikasi dan dievaluasi. Sehingga pemberian insentif penurunan gas akan memberikan dampak yang signifikan bagi ekonomi kita. Memberikan nilai tambah bagi perekonomian kita," tambahnya.

Jokowi ingin industri yang nantinya mendapatkan insentif harus mampu meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan investasi barunya, sehingga bisa meningkatkan daya saingnya dan bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu dia minta agar dilakukan proses evaluasi.

"Itu saya minta evaluasi dan monitoring secara berkala harus dilakukan terhadap industri yang diberikan insentif. Harus ada disinsentif. Harus ada punishment, sehingga industri memiliki performance sesuai yang kita inginkan," tegasnya.



Simak Video "Hasil Survei ASI: 75,6% Setuju Kabinet Jokowi-Ma'ruf Dirombak"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)