Stok BBM & LPG di Sulawesi Aman, Warga Tak Perlu Panic Buying

Nurcholis Ma - detikFinance
Sabtu, 21 Mar 2020 22:34 WIB
BBM
Foto: pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII memastikan pelayanan dan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di seluruh wilayah Sulawesi dalam kondisi aman. Ini untuk merespons wabah virus Corona (Covid-19) dan berefek panic buying kepada masyarakat.

Menurut Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) MOR VII, Hatim Ilwan, pihaknya menjamin seluruh produk BBM dan LPG tetap tersedia dan cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat.

"Saat ini, ketahanan stok BBM dan LPG secara nasional rata-rata di atas 20 hari," ujarnya dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (21/3/2020).

Diungkapkannya, sampai dengan minggu ke-3 bulan Maret 2020, penyaluran produk gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) serta produk gasoil (Solar, Dexlite dan Pertamina Dex) berlangsung normal.

Hatim juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan BBM dan LPG, serta mengimbau untuk selalu menggunakan produk BBM dan LPG yang berkualitas.

"Selain produk subsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu, kami juga menyiapkan produk BBM dan LPG berkualitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujarnya.

Adapun produk BBM berkualitas Pertamina yang tersedia di pasaran meliputi Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Sedangkan produk LPG meliputi Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Hatim menambahkan masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena Pertamina menyediakan berbagai macam produk yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

"Insyaallah kami terus berupaya agar pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Kata Hatim, masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan pelayanan dan melaporkan jika menemukan adanya penyimpangan dengan menghubungi Call Center Pertamina 135.

Sebagai informasi, rata-rata penyaluran harian BBM jenis gasoline di Sulawesi Selatan berkisar 3.272 Kilo Liter (KL)/hari, sedangkan untuk BBM jenis gasoil 1.170 KL/hari. Untuk produk LPG, rata-rata penyaluran hariannya 688 Metric Ton (MT)/hari untuk produk PSO dan 68 MT/hari untuk produk Non-PSO.

Untuk Sulawesi Tenggara, rata-rata penyaluran harian BBM jenis gasoline mencapai 866 KL/hari, sedangkan untuk BBM jenis gasoil 297 KL/hari. Untuk produk LPG, rata-rata penyaluran hariannya 128 Metric Ton (MT)/hari dan 12 MT/hari untuk produk Non-PSO.

Wilayah Sulawesi Tengah, rata-rata penyaluran harian BBM jenis gasoline mencapai 1.097 KL/hari, sedangkan untuk BBM jenis gasoil 339 KL/hari. Untuk produk LPG, rata-rata penyaluran hariannya 131 MT/hari dan 22 MT/hari untuk produk Non-PSO.

Lalu wilayah Sulawesi Barat, rata-rata penyaluran harian BBM jenis gasoline mencapai 341 KL/hari, sedangkan untuk BBM jenis gasoil 128 KL/hari. Untuk produk LPG, rata-rata penyaluran hariannya 75 MT/hari dan 3 MT/hari untuk produk Non-PSO.

Provinsi Gorontalo, rata-rata penyaluran harian BBM jenis gasoline mencapai 376 KL/hari, sedangkan untuk BBM jenis gasoil 88 KL/hari. Untuk produk LPG, rata-rata penyaluran hariannya 81 MT/hari dan 6 MT/hari untuk produk Non-PSO.

Adapun untuk Provinsi Sulawesi Utara, rata-rata penyaluran harian BBM jenis gasoline mencapai 1.072 KL/hari, sedangkan untuk BBM jenis gasoil 286 KL/hari. Untuk produk LPG, rata-rata penyaluran hariannya 196 MT/hari dan 17 MT/hari untuk produk Non-PSO.



Simak Video "Gegara Corona, Penjualan Pertamina Terendah Sepanjang Sejarah"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)