Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Apr 2020 13:11 WIB

Pengusaha Hotel Ikut-ikutan Minta Diskon Tarif Listrik

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) pada 1 Oktober mendatang, merupakan bagian dari kenaikan tahap terakhir tahun 2013. Kenaikan tarif dasar listrik tahun ini dicicil sejak Januari hingga 1 Oktober besok sebesar 15 persen. Salah seorang petugas di Rusun Benhil terlihat sedang memeriksa meter-an milik PLN diruang penyimpanan, Senin (30/9/2013). Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah telah menetapkan kebijakan pembebasan pajak bagi hotel dan restoran di 10 destinasi pariwisata (33 kabupaten/kota) akibat penurunan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) di tengah penyebaran virus corona (COVID-19).

Untuk itu, pemerintah pusat menggelontorkan Rp 3,3 triliun kepada pemerintah daerah (Pemda) di 10 destinasi tersebut karena tak memperoleh penerimaan pajak mulai Maret-Agustus 2020 dari hotel dan restoran. Namun, menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran, insentif itu tak lagi relevan untuk saat ini.

"Waktu itu kan Indonesia belum ada suspect COVID-19, yang kena adalah wisman. Nah pemerintah berpikir akan memberikan insentif untuk menggerakkan pasar domestik, dengan itu dinolkan pajak hotel dan restorannya, jadi nggak ditagih. Kemudian Pemda yang tadinya menerima, digantikan dana hibah, ada 33 kabupaten/kota. Namun, begitu ada suspect itu sudah tidak relevan lagi," kata Maulana kepada detikcom, Selasa (1/4/2020).

Ia berpendapat, meski pajak telah dibebaskan pun hotel dan restoran di Indonesia memang sudah tak dapat pemasukan.

"Kami mau dinolkan pun pajak hotel dan restorannya, tamunya nggak ada. Justru yang lebih penting meringankan beban utilitas kita," tutur Maulana.

Ia pun mengusulkan pemerintah memberikan bantuan langsung pada pengusaha di sektor tersebut. Salah satunya mengurangi beban utilisasi di perhotelan atau restoran yang menjadi salah satu sumber pemasukan industri pariwisata. Ia menuturkan, cara mengurangi beban utilitas untuk sektor perhotelan utamanya yakni dengan memberikan kelonggaran tarif listrik minimum.

"Listrik itu kan ada yang mengenakan perhitungan minimum, jam hidup namanya. Kalau dikenakan itu, kan pemakaian listrik juga nggak maksimal, karena tamunya kan nggak maksimal. Kita minta tolong dihilangkan perhitungan itu. Jadi berapa yang kita pakai, itulah yang kita bayar," urainya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Asyik! Diskon Tagihan Listrik Diperpanjang Sampai September"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com