Jokowi Beberkan 433 Desa Masih Gelap Gulita

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 04 Apr 2020 10:00 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Setpres


Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan faktor utama masih ada desa yang belum teraliri listrik karena minimnya infrastruktur ke seluruh desa tersebut. Selain infrastruktur, Arifin juga bilang 433 desa yang belum teraliri listrik juga merupakan daerah rawan dari sisi keamanannya.

"Kita harus mengidentifikasi energi apa yang bisa dijadikan energi pembangkit, sekarang kita sudah punya banyak alternatif untuk sumber energi yang terbarukan," jelasnya.

Meski begitu, PT PLN (Persero) menyiapkan dana sekitar Rp 735 miliar untuk membebaskan 433 desa di empat provinsi dari kegelapan. Ditargetkan pada akhit tahun ini seluruh desa sudah terang benderang.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengatakan investasi yang sekitar Rp 735 miliar akan digunakan untuk membangun stasiun pengisian energi listrik (SPEL).

"Pembangunan stasiun pengisian listrik itu akan dari PLN sebesar Rp 735 miliar," kata Zulkifli usai ratas mengenai peningkatan rasio elektrifikasi pedesaan secara virtual, Jakarta, Jumat (3/4/2020).


SPEL ini, kata Zulkifli akan dibangun menggunakan sumber energi yang terdapat di masing-masing desa tersebut, bisa berasal dari tenaga surya, mikro hidro, biomassa, dan lain sebagainya.

Menurut Zulkifli, pembangunan SPEL juga sejalan dengan rencana PLN yang akan menyebarkan tabung listrik (talis) atau 'power bank' ke 433 desa yang masih gelap gulita. Nantinya, talis yang diberikan bisa diisi kembali di SPEL yang dibangun PLN.

Lebih lanjut Zulkifli menjelaskan, dibutuhkan dana investasi sekitar Rp 525 miliar untuk pembangunan tabung listrik. Investasi ini di luar dari anggaran yang disediakan PLN untuk SPEL.

"Tabung listrik itu Rp 525 miliar, itu bisa dianggarkan dari dana desa atau anggaran pemerintah daerah," katanya.

Halaman

(hek/hns)