Saatnya Nikmati BBM Murah, tapi Kok Harga Nggak Turun?

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 24 Apr 2020 17:35 WIB
SPBU Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Ekonom Faisal Basri mempertanyakan sikap pemerintah yang tidak menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut Faisal sekarang waktunya masyarakat bisa menikmati harga yang murah karena harga minyak dunia anjlok sehingga penurunan harga BBM amat memungkinkan.

"Ini kan saatnya rakyat juga menikmati harga BBM yang murah kan. Tapi pemerintah tidak menurunkan harga BBM," kata dia dalam diskusi online, Jumat (24/4/2020).

Menurutnya tidak apa jika pemerintah tidak menurunkan harga BBM. Tapi pemerintah harus mendapatkan haknya atas supernormal profit (laba berlebih) dari badan usaha penyalur BBM saat ini.

"Its oke gitu (harga BBM nggak turun). Tapi hak pemerintah itu supernormal profit yang dinikmati oleh pom bensin itu diambil dong oleh pemerintah, dijadikan tabungan sehingga nanti waktu harga minyak naik, pemerintah tidak serta merta menaikkan (harga BBM) juga, menggunakan tabungannya itu," jelasnya.


Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, harga BBM ditetapkan oleh Kementerian ESDM. Namun, dari sisi Pertamina juga ada pertimbangan.

Nicke menuturkan, jika Pertamina BUMN trading maka harga BBM bisa langsung turun. Namun, sebagai BUMN, Pertamina tak mungkin menyetop kilang dan produksi di hulu.

"Jadi maksudnya begini terus terang dari hulu kami tidak mungkin meng-adjust seluruh opex dan capex supaya sesuai dengan harga crude hari ini. Terus terang saja biaya produksinya lebih tinggi dari harga crude hari ini," paparnya dalam rapat dengan Komisi VII, Selasa kemarin (21/4/2020).

Dia bilang, Pertamina juga mesti memprioritaskan untuk menyerap produksi dalam negeri.



Simak Video "Detik-detik Truk Tangki Meledak Saat Warga Berebut BBM"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)