Alasan di Balik Harga BBM Tak Turun-turun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 06:30 WIB
SPBU
Foto: pertamina
Jakarta -

Harga BBM tak kunjung turun hingga saat ini. Padahal, harga minyak mentah dunia anjlok, bahkan sempat menjadi minus.

Dalam paparannya saat rapat kerja dengan Komisi VII, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebutkan pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia yang belum stabil. Pemerintah masih menunggu pengaruh dari pemotongan produksi OPEC+ sekitar 9,7 juta barel per hari pada Mei- Juni 2020.

Lalu, pemotongan sebesar 7,7 juta barel per hari pada Juli- Desember 2020 dan 5,8 juta barel per hari pada Januari 2021-April 2022.

"Jadi pemerintah memantau perkembangan harga minyak yang belum stabil yang memiliki volatilitas tinggi," katanya, Senin kemarin (4/5/2020).

Dalam paparan tersebut juga disebutkan harga BBM di Indonesia merupakan salah satu termurah di antara negara-negara ASEAN dan beberapa negara di dunia.

"Kita juga bukan yang termahal di negara ASEAN," imbuhnya.

Selanjutnya, volume penjualan BBM di Indonesia turun secara signifikan sekitar 26,4% pada bulan April dibandingkan kondisi sebelum pandemi COVID-19 yakni Januari - Februari.


Lalu, harga Jenis BBM Umum (JBU) telah mengalami penurunan sebanyak 2 kali di tahun 2020 pada bulan Januari dan Februari, dengan tingkat penurunan yang cukup signifikan di bulan Januari pada kisaran Rp 300 per liter-Rp1.750 per liter, dan bulan Februari pada kisaran Rp 50 per liter-Rp 300 per liter.

Pemerintah juga tetap mempertahankan kebijakan JBT dan JBKP serta memberikan subsidi untuk minyak tanah dan LPG yang digunakan langsung oleh masyarakat.

"Pemerintah tetap mempertahankan kebijakan untuk jenis BBM tertentu dan JBKP yaitu Premium, tetap memberikan subsidi minyak tanah dan LPG," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Harga Minyak Anjlok, Trump Borong 75 Juta Barel"
[Gambas:Video 20detik]