Motor Wira-wiri Bawa BBM di Tol Ditiadakan

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Senin, 18 Mei 2020 15:59 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan menjajal Motoris Kemasan yang menjadi salah satu inovasi pelayanan milik Pertamina saat musim mudik, Sabtu (2/6/2018). Jonan menjajal motor itu di SPBU Rest Area Cipali.
Foto: Danang Sugianto
Semarang -

PT Pertamina (Persero) meniadakan layanan motoris dan SPBU modular jelang Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan penyaluran gasoline diperkirakan turun 40 persen dari tahun kemarin.

Pjs. General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah mengatakan Dibandingkan tahun sebelumnya, konsumsi BBM d Pertamina di wilayah MOR IV tahun 2020 jauh menurun. Namun ia menegaskan pihaknya tetap melakukan pengawasan dan penyaluran BBM kepada konsumen.

"Pada tahun 2019, realisasi penyaluran BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) meningkat 26 persen dari rataan harian normal 12 ribu KL menjadi 15 ribu KL. Namun, pada tahun ini perkiraan rataan harian saat Ramadhan dan Idul Fitri untuk BBM jenis gasoline hanya berkisar di angka 9.800 KL atau turun hampir 40 persen," jelas Teuku dalam siaran persnya, Senin (18/5/2020).

"Untuk BBM jenis gasoil (Solar dan Dex Series) juga mengalami penurunan dari tahun lalu yaitu pada tahun 2019 rata-rata di bulan Ramadhan konsumsi berkisar di angka 5.800 KL per hari namun di tahun ini berkisar di angka 5.000 KL atau turun 14 persen," jelasnya.

Meski demikian pengawasan tetap dilakukan dengan menyiagakan satgas RAFICO Pertamina hingga akhir Juni 2020 nanti atau bahkan bisa hingga pandemi berakhir.

"Bukan tidak mungkin satgas RAFICO Pertamina dilanjutkan hingga pandemi berakhir," ujarnya.


Persiapan yang beda dari tahun-tahun sebelumnya yaitu tidak ada SPBU modular di tol trans jawa yang biasanya menyambut pemudik. Begitu juga dengan pelayanan motoris dimana petugas membawa bahan bakar dengan motor untuk menembus kemacetan.

"Pertamina tidak membuka titik-titik SPBU modular di jalan tol Trans Jawa namun stok BBM di 7 titik SPBU regular yang berada di Jalur Tol Trans Jawa (wilayah MOR IV) tetap disiagakan dan dalam jumlah yang cukup," katanya.

"Selain itu motoris BBM yang tahun lalu disiapkan pada tahun ini ditiadakan, namun tidak menutup kemungkinan jika situasi darurat disiagakan kembali," imbuh Teuku.

Untuk diketahui, ada tujuh titik SPBU regular tol Trans Jawa yang berada di wilayah MOR IV yaitu SPBU Jalur A arah ke Surabaya di KM. 379, 429 dan 519 serta SPBU jalur B ke Jakarta yaitu di KM. 260, 360, 389 dan 519.


Sementara itu terkait ketersediaan gas jelang Idul Fitri, ia mengatakan di wilayahnya masih aman dan cukup.Menurut Johan, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi sebesar 2% selama Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri nanti.

"Rata-rata harian normal penyaluran LPG saat ini di angka 4.035 MT (Metric Ton) dan akan naik menjadi 4.095 MT. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dari Ramadan dan Idul Fitri tahun 2019 yang berkisar di angka 4.090 MT per hari," katanya.



Simak Video "Gegara Corona, Penjualan Pertamina Terendah Sepanjang Sejarah"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/hns)