Pemerintah Tebar Dana Rp 52 T untuk 12 BUMN Ini

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2020 12:18 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Pemerintah telah memilih 12 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan mendapatkan dukungan tambahan dana dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 52,57 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan hal itu usai mengikuti rapat terbatas yang membahas mengenai program PEN. Dia menjelaskan dukungan dana itu akan diberikan kepada 12 BUMN melalui berbagai skema, seperti pembayaran kompensasi, pembayaran piutang, subsidi hingga suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Dia menjelaskan mengapa hanya memilih 12 BUMN tersebut. Ada berbagai alasan yang mendasarinya, seperti mempertimbangkan perannya dalam proses pemulihan ekonomi hingga porsi kepemilikan pemerintah.

"Dukungan untuk BUMN yang dianggap memiliki pengaruh besar terhadap hajat hidup masyarakat, peranan BUMN dari sovereign status-nya, memiliki exposure yang besar terhadap sistem keuangan dan dimiliki pemerintah dengan aset total yang dimilikinya cukup besar," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/6/2020).

Berikut daftar 12 BUMN yang mendapatkan bantuan dana dalam program PEN:

  • PLN mendapatkan tambahan untuk subsidi dikson listrik yang diperpanjang, PMN dan pembayaran kompensasi dari piutang pemerintah. Totalnya mencapai Rp 45,4 triliun.
  • Hutama Karya mendapatkan tambahan PMN Rp 7,5 triliun dari sebelumnya Rp 3,5 triliun. Sehingga totalnya Rp 11 triliun.
  • PT KAI akan mendapatkan tambahan dana tangan Rp 3,5 triliun.
  • PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) mendapatkan PMN sebesar Rp 6 triliun untuk disalurkan kepada Jamkrindo dan Askrindo dalam rangka program penjaminan kredit modal kerja darurat. Selain itu BPUI akan dapat PMN non tunai Rp 268 miliar.
  • PTPN akan mendapatkan dana talangan pinjaman modal kerja. (Jumlahnya belum disebutkan)sebesar.
  • PT Permodalan Nasional Madani akan mendapatkan tambahan PMN dari Rp 1 triliun menjadi Rp 2,5 triliun. Tujuannya untuk penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dan kredit Mekaar dengan pinjaman di bawah Rp 10 juta.
  • Ada 2 BUMN yang akan mendapatkan dana talangan yakni PT Garuda Indonesia dan PT Krakatau Steel. Skemanya akan ditentukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
  • Perumnas akan mendapatkan dana bantuan Rp 659 miliar.
  • Pertamina, pemerintah akan membayarkan kompensasinya.
  • ITDC mendapatkan dukungan PMN Rp 500 miliar.
  • Buloh akan mendapatkan PMN Rp 10,5 triliun dengan alasan membantu pemerintah menyalurkan bansos.



Simak Video "Jokowi Ingin Pertumbuhan Ekonomi Terjaga, Jangan Sampai Minus"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)