Tagihan Bengkak karena Salah Catat Meteran Listrik? Ini Kata PLN

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 06 Jun 2020 23:00 WIB
Petugas PLN Distribusi Jakarta Raya, Area Bulungan, tengah melakukan pemeriksaan tegangan pada alat pembatas dan pengukur di rumah pelanggan R1. 900 VA, di daerah Gandaria Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015).
Pemerintah telah memutuskan untuk tetap memberikan subsidi listrik kepada seluruh pelanggan PLN dengan daya 450 VA. Rengga Sancaya/detikcom.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Sejumlah pelanggan PT PLN (Persero) heran lantaran tagihan listrik mereka kembali bengkak. Apakah karena kesalahan pencatatan meteran listrik?

PLN menjelaskan bahwa pihaknya memang mengandalkan pihak ketiga untuk melakukan pencatatan meteran listrik ke rumah-rumah pelanggan. Direktur Niaga dan Management PLN Bob Saril pun memastikan bahwa pencatatan meteran listrik oleh petugas sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

"Pencatatan itu sudah dilengkapi alat yang memadai, lalu saat melakukan pencatatan hasilnya difoto dan harus difoto itu untuk menjadi bukti bahwa mereka datang ke sana dan terlihat meter itu berapa angkanya," terang Bob dalam konferensi pers, Sabtu (6/6/2020).

Bob menjelaskan bukti foto itu penting terutama apabila ada pelanggan yang komplain mengenai tagihan listrik. Di samping itu, Bob mengakui ada beberapa kendala yang dialami para petugas saat bertugas ke lapangan.

Kendala yang dihadapi misalnya pagar rumah pelanggan dikunci saat petugas akan melakukan pencatatan meteran, sehingga mau tidak mau, pencatatan tak bisa dilakukan hari itu juga. Atau, pelanggan diminta mencatat meteran sendiri dan melaporkan ke PLN.

Bagi pelanggan yang tidak melaporkan meteran listrik, tagihannya akan dihitung dari rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya. Bila selama 3 bulan itu ada perubahan konsumsi listrik yang begitu signifikan bisa membuat rata-rata tagihan listrik pelanggan membengkak.

"Kalau tidak dilaporkan juga, maka kita lakukan perhitungan rata-rata 3 bulan. Nah kalau terjadi pola kehidupan berbeda-beda jadi hasilnya sangat jomplang. Seperti ada COVID-19 ini dan tidak ada COVID itu sangat jomplang," tuturnya.

Kendala lainnya, pelanggan yang mencatat meterannya sendiri juga sering keliru melaporkan angka pemakaian daya listrik yang dipakai, sehingga membuat tagihan listriknya bisa berbeda dari yang ia laporkan.

"Kadang-kadang catatan itu tidak sesuai dengan yang angka di situ, dia salah, kadang-kadang salah. Itu juga salah satu penyebabnya," tambahnya.

Klik halaman berikutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tak Naik Hingga Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]