Bos Pertamina Buka Suara 'Cerai' dengan Aramco di Kilang Cilacap

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 29 Jun 2020 13:09 WIB
Pembangunan Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) yang berada di area Kilang Cilacap sudah rampung. Kilang yang memproduksi gasoline RON 92 atau Pertamax itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. Rencananya akan diresmikan pada awal Oktober. RFCC Cilacap akan memproduksi gasoline RON 92 sehingga kurangi impor. Hasan Alhabshy/detikcom.
Ilustrasi/Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Manajemen PT Pertamina (Persero) buka suara mengenai 'perceraian' dengan Saudi Aramco dalam pembangunan kilang RDMP Cilacap. Keduanya kini tak jadi mitra.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, perceraian ini karena perbedaan valuasi kilang. Nicke menyebut, selisihnya mencapai US$ 1,1 miliar.

"Perbedaan valuasi, menilai eksisting Kilang Cilacap ada perbedaan US$ 1,1 miliar kalau dibanding nilai buku. Itu kan aset BUMN," kata dia dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Dia mengatakan, jika di bawah nilai buku dengan perbedaan sebesar itu maka akan bahaya. Maka itu, pihaknya memutuskan untuk pisah.

"Kalau di bawah nilai buku sebesar itu akan bahaya maka kita sepakat, tidak sepakat. Pisah baik-baik akhir April," ujarnya.

Nicke bilang, saat ini Pertamina tengah mencari mitra baru. Saat ini, ada dua mitra yang menyatakan keseriusannya meski belum diungkap Nicke.

"Mulai 2 investor serius, kita akan lakukan proses pemilihan lagi," tutupnya.



Simak Video "Ahok: Siapapun Korupsi di Pertamina, Kami Lacak Anda!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/eds)