Bos Holding Tambang Beberkan Efisiensi Karyawan Jadi Pilihan Terakhir

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2020 15:18 WIB
Logo dan Illustrasi INALUM, Indonesia Asahan Alumunium
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Direktur Utama Holding Tambang BUMN (MIND ID) Orias Petrus Moedak mengatakan pandemi Corona berdampak pada bisnis perusahaan lantaran harga dan permintaan komoditas menurun. Perusahaan kemudian melakukan stress test dan mengambil langkah untuk efisiensi dan penjadwalan proyek-proyek, baik induk maupun anak usaha.

Dia mengatakan, efisiensi yang dilakukan perusahaan belum menyentuh pada aspek karyawan.

"Untuk efisiensi kami melakukan efisiensi tapi belum menyentuh yang secara langsung karyawan karena kami melihat yang berdampak kepada karyawan pilihan terakhir untuk efisiensi," katanya dalam rapat dengan Komisi VII Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Dia menuturkan, efisiensi yang menyangkut karyawan akan dilihat pada Juni ini. Kemudian, pihaknya akan menggelar rapat pada Juli apakah akan mengambil kebijakan efisiensi lebih lanjut.

"Terkait karyawan kami akan melihat hasil dari kuartal kedua Juni bagaimana COVID-19 nya, bisnis ke depan seperti apa, demand dan harga seperti apa. Nanti di akhir Juli kami akan mengadakan rapat lengkap seluruh direksi dan komisaris dari MIND ID kami akan evaluasi dampak COVID ini apakah mengambil langkah efisiensi lebih lanjut yang mungkin menyentuh karyawan," paparnya.

Ia menuturkan, efisiensi yang menyentuh karyawan ada sejumlah pilihan, dari menyentuh tunjangan hingga dirumahkan.

"Seadainya harus ke sana pilihan-pilihan sudah kami siapkan, pertama penjadwalan shifting kerja, akan menyentuh tunjang-tunjangan dulu, baru kemungkinan ada pemotongan gaji, sampai kepada dirumahkan tapi langkah yang masih sangat jauh, mungkin akan kejadian 2-3 tahun lagi," ungkapnya.



Simak Video "Selain Rangkap Jabatan, ICW Juga Soroti Jumlah Komisaris di BUMN"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)