Anggota DPR Ancam Surati Erick Thohir Minta Dirut MIND ID Dicopot

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2020 19:16 WIB
Anggota Komisi VII DPR Muhammad Nasir kembali dipanggil KPK sebagai terkait kasus dugaan suap anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso, Senin (1/7/2019).
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Anggota Komisi VII Muhammad Nasir mengatakan akan menyurati Menteri BUMN Erick Thohir untuk meminta Direktur Utama MIND Orias Petrus Moedak dicopot. Hal ini terjadi dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR RI dengan holding tambang BUMN siang ini.

Rapat berjalan dengan panas ketika Nasir mengomentari utang holding tambang. Ia khawatir, anak usaha di bawah holding tambang tersandera karena masalah utang.

"Saya khawatir 3 anak usaha di bawah holding ini akan tersandera karena utang Freeport nanti. Investasi, investasi apa," kata Nasir di Komisi VII DPR Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Nasir kemudian meminta agar Orias diganti. Ia bilang akan menyurati Menteri BUMN Erick Thohir.

"Ini orang suruh utang, utang lagi, utang lagi, saya minta diganti dirut ini. Saya kirim surat pribadi dari fraksi, nanti kami bicara Fraksi Demokrat. Saya akan kirimkan Pak Erick sebagai menteri BUMN," ujarnya.

Sebelumnya, Nasir juga sempat menyuruh Orias keluar dari ruangan rapat ketika meminta penjelasan mengenai pelunasan utang perusahaan dengan detail. Pada kesempatan itu, Nasir dan Orias bersahut-sahutan. Saking panasnya, Nasir sampai menggebrak meja di ruangan rapat.

"Kalau bapak sekali lagi gini saya suruh bapak keluar dari ruangan ini," kata Nasir di Komisi VII DPR Jakarta, Selasa (30/6/2020).

"Kalau bapak suruh keluar, izin pimpinan, saya keluar," jawab Orias.

"Bapak bagus keluar, karena nggak ada gunanya bapak rapat di sini. Anda bukan buat main-main dengan DPR ini," katanya dengan nada tinggi sambil menggebrak meja.

Video suasana panas dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi VII DPR bisa disaksikan di bawah.

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/dna)