Era New Normal, Konsumsi BBM di Jateng-DIY Mulai Naik

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2020 22:15 WIB
Peserta mengikuti kompetisi berkendara aman untuk sopir truk tangki BBM di Area Parkir Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/2/2020). Kompetisi yang diselenggarakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yaitu PT Elnusa Tbk yang diikuti 22 peserta dalam rangka bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional tersebut sebagai salah satu upaya meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam mengemudi yang aman dan selamat bagi supir truk tangki BBM. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Semarang -

Konsumsi BBM di Jawa Tengah mulai merangkak naik memasuki era new normal. Meski demikian, jumlahnya masih di bawah rata-rata normal harian.

Pjs General Manager Pertamina MOR IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Rahman Pramono Wibowo dalam keterangannya mengatakan ada kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline sebesar 20 persen di bulan Juni 2020 dibanding bulan Maret hingga Mei 2020.

"Konsumsi BBM khususnya jenis gasoline (Pertamax series dan Pertalite) di wilayah MOR IV saat ini berada di angka 10.800 Kiloliter (KL) per hari sementara pada bulan Maret hingga Mei kemarin berkisar di angka 9.000-9.500 Kiloliter per hari," kata Rahman, Selasa (30/6/2020).

Meski ada kenaikan, lanjut Rahman, tetap saja masih di bawah rata-rata saat pandemi belum melanda. Di kondisi normal, rata-rata konsumsi BBM di Jateng-DIY mencapai 12 ribu kiloliter.

"Meskipun konsumsi BBM pada bulan Juni 2020 meningkat 20% ketimbang Maret hingga Mei 2020, angka tersebut masih di bawah rata-rata normal saat sebelum terjadinya wabah COVID-19 yaitu sebesar 12 ribu KL per hari, tepatnya di bulan Januari-Februari 2020 kemarin. Namun, pergerakan angka kenaikan bulan Juni ini memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas masyarakat saat pemberlakuan new normal," jelasnya.


Untuk avtur yang merupakan bahan bakar pesawat, Rahman menjelaskan saat ini konsumsinya masih jauh di bawah rata-rata normal. Ia mencontohkan penyaluran avtur untuk bandara Ahmad Yani di Kota Semarang pada bulan Juni 2020 rata-rata sebanyak 25 KL per hari sedangkan Januari dan Februari 2020 yaitu 100 KL per hari.

"Seluruh bandara di Indonesia termasuk di wilayah Pertamina MOR IV masih terimbas wabah COVID-19. Angka penyaluran avtur rata-rata masih 40 persen hingga 90 persen di bawah rata-rata normal harian sebelum COVID-19 melanda. Sedangkan untuk stok avtur itu sendiri masih lebih dari cukup dengan ketahanan stok mencapai 140 hari," katanya.

Untuk LPG, Pertamina MOR IV masih menyatat angka penyaluran yang sama yaitu di angka 4.100 Metric Ton per hari. Rahman juga menyebut stok LPG masih aman.

"Untuk LPG sendiri angkanya stabil, artinya penyaluran LPG selama 4 bulan terakhir ini bergerak di angka 4.000-4.100 MT per hari. Sehingga dapat disimpulkan LPG penyalurannya masih sama dengan rata-rata normal baik sebelum maupun selama wabah covid-19 melanda," tegasnya.



Simak Video "Rekaman CCTV Pemotor Tak Bayar Usai Isi BBM, Malah Ngeloyor Pergi"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/hns)