3 Fakta Debat Panas DPR dengan Dirut Holding Tambang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 01 Jul 2020 19:15 WIB
Dirut Holding Tambang, Orias Petrus Moedak, diusir dari rapat DPR
Direktur Utama Holding Tambang BUMN (MIND) Orias Petrus Moedak/Foto: TVR Parlemen
Jakarta -

Rapat antara Komisi VII DPR RI dengan Holding Tambang BUMN (MIND ID) atau PT Inalum (Persero) yang digelar Selasa lalu (30/6/2020) diwarnai tensi tinggi. Pasalnya, Anggota Komisi VII Muhammad Nasir sampai bernada tinggi mengusir Direktur Utama Holding Tambang BUMN (MIND) Orias Petrus Moedak keluar dari ruangan rapat.

Bukan hanya mengusir, Nasir bahkan meminta agar Orias dipecat. Ini sejumlah fakta terkait debat panas Nasir dan Orias:

1. Bahas Pelunasan Utang

Panasnya rapat DPR berawal saat Nasir meminta penjelasan terkait pelunasan utang Inalum dari penerbitan obligasi, di mana obligasi itu untuk akuisisi PT Freeport Indonesia. Orias menjawab jika obligasi itu ada beberapa dengan jatuh tempo paling lama 30 tahun.

"Jadi sampai 30 tahun kalau perusahaan lancar baru selesai kalau kita mati tak selesai nih barang nanti, ganti dirut lain, lain lagi polanya. Makanya itu yang saya pertanyakan kepentingan mengalihkan Freeport sebenarnya kepentingan politik," kata Nasir.