Target Digitalisasi SPBU Melenceng, Ini Tindakan BPH Migas

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 21:13 WIB
BPH Migas
Foto: dok bph migas
Jakarta -

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta komitmen Telkom dan Pertamina dalam pelaksanaan Digitalisasi SPBU (IT Nozzle) yang masih belum tercapai. Dari target yang sudah ditetapkan pada 30 Juni 2020, Pertamina kembali mengubah targetnya menjadi Agustus 2020.

"Saya sebagai Kepala BPH Migas ingin komitmen. Jangan sampai ini jadi angin surga. Jadi kalau kita 17 Agutus 2020 nanti akan menyaksikan ATG (Automatic Tank Gauge) dan EDC (Electronic Data Capture) ini sudah terpasang semua, berarti kita sudah memsauki wialayh kemerdekaan," ujar Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa, saat konferensi pers Digitalisasi SPBU di kantornya, Rabu (8/7/2020).

Untuk mengawal target ini, Ifan, sapaan akrabnya, memerintahkan pegawai BPH Migas terus mengawasi pelaksanaan IT Nozzle baik itu ATG maupun EDC. Ia juga memerintahkan untuk mengecek apakah SPBU yang sudah menggunakan EDC mencatat nomor polisi kendaraan yang melakukan pengisian bahan bakar.

"Ini nanti akan kita cek apakah operator itu sudah menulisi data nomor polisi di setiap kendaraan yang mengisi. Karena it nozzle ini bukan efisiensi di internalnya Pertamina saja, tapi sebagai alat kendali pengawasan BBM subsidi agar APBN yang dialokasi itu, termasuk volume, tepat sasaran," ujarnya.

Sementara itu Komite BPH Migas, Ahmad Rizal, mengatakan pihaknya sudah melakukan tracing ke beberapa daerah yang jaringan telekomunikasinya baik hingga minim. Hal ini, kata dia, untuk menjadi perbandingan hasil penyelesaian target IT Nozzle agar BPH Migas bisa mendorong Pertamina untuk melakukan percepatan.

"Mudah mudahan dengan komitmen tadi, apa pun itu, kami dari BPH Migas akan terus melihat dan memberikan masukkan kepada Pertamina dan Telkom agar bisa cepat dan tepat waktu," pungkasnya.

Untuk diketahui dalam penyelenggaraan IT Nozzle ini, Pertamina bekerja sama dengan Telkom dalam digitalisasi 5.518 SPBU di seluruh Indonesia. Namun hingga target 30 Juni 2020, keduanya belum mampu menyelesaikan target tersebut. Pandemi Corona dan jam operasional SPBU menjadi kendalanya. Pertamina dan Telkom pun kembali menargetkan selesai pada Agustus 2020.

"Kita optimis karena pegawai Telkom itu tersebar. Insyaallah Agustus ini kita integrasikan semuanya sampai EDC," ujar Enterprise Project Director utk Digitalisasi SPBU Pertamina, PT. Telkom Indonesia, Judi Ahmadi dalam kesempatan yang sama.

(prf/ega)