BPH Migas Genjot Digitalisasi SPBU agar BBM Subsidi Tepat Sasaran

Reyhan Diandri - detikFinance
Sabtu, 18 Jul 2020 23:53 WIB
BPH Migas & DPR
Foto: BPH Migas
Jakarta -

Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam dan Kepala BPH Migas M. Fanshurulah Asa melihat langsung proses digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Mojokerto, Surabaya, dan Malang.

Kunjungan ini untuk mendorong percepatan digitalisasi SPBU, sehingga pengawasan penyaluran BBM subsidi dapat tepat sasaran. Menurut Ridwan Hisjam, kegiatan digitalisasi yang dilakukan ini akan memudahkan pengawasan penyaluran BBM penugasan dan subsidi sehingga tepat volume dan tepat sasaran.

Tentunya hal tersebut juga akan berdampak terhadap penghematan subsidi yang digelontorkan oleh Pemerintah bagi rakyat dalam rangka pemenuhan kebutuhan terhadap energi. Sampai dengan 16 Juli 2020 ini perkembangan digitalisasi SPBU yang dilaksanakan oleh PT. Pertamina (Persero) telah mencapai 49% atau sejumlah 2.704 SPBU dari target 5.518 SPBU.

Sistem digitalisasi SPBU yang dikembangkan saat ini pun baru terbatas hanya untuk pencatatan volume transaksi, nilai penjualan transaksi dan pencatatan nomor polisi kendaraan yang dilakukan secara manual menggunakan EDC (electronic data capture).

"Saya harapkan program ini dapat terlaksana sampai mencapai target 100%. Dan ke depan perlu ditingkatkan dalam kualitas digitalisasinya, seperti adanya monitoring dengan perangkat video analytic (CCTV)," ujar Ridwan Hisjam dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2020).

Kegiatan ini digelar mulai hari Jumat (17/7) hingga Sabtu (18/7) di SPBU 5461338 di Jl. Wringin Rejo No. 53 Mojokerto, SPBU 54. 601.92 Jl. Tegalsari No. 41 Surabaya, SPBU 54.612.45 Rest Area KM 754. Jl. Tol Surabaya - Gempol No. 26 Kab. Sidoarjo, dan SPBU 54.651.12 Jl. Raya Randuagung, Malang, Jawa Timur.

Ridwan mengatakan ketika dilakukan pencatatan secara manual di lapangan, hal tersebut justru menambah pekerjaan bagi operator SPBU. Tingkat kelelahan juga akan bertambah sehingga berdampak juga terhadap kualitas kinerjanya. Oleh karena itu ia berpendapat digitalisasi SPBU amatlah penting.

"Untuk itu mutlak diperlukan sistem pencatatan dengan menggunakan CCTV yang berlangsung secara otomatis dan real time, dapat dipantau secara terus menerus," tegas Ridwan Hisjam.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kepala BPH MIGAS Ajak Masyarakat Optimistis Sambut New Normal"
[Gambas:Video 20detik]