'Harta Karun' RI akan Ditawarkan Luhut ke AS

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 27 Jul 2020 19:00 WIB
FILE PHOTO: A bastnaesite mineral containing rare earth is pictured at a laboratory of Yasuhiro Kato, an associate professor of earth science at the University of Tokyo, July 5, 2011. REUTERS/Yuriko Nakao/File Photo
Foto: Reuters
Jakarta -

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki potensi 'harta karun' terbanyak di dunia. 'Harta karun' yang dimaksud adalah rare earth atau mineral tanah jarang. Komoditas ini mudah ditemukan di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan menawarkan 'harta karun' ke Amerika Serikat (AS) dan negara lain yang siap menjadi investor.

Dia mengaku investor yang sudah siap mengembangkan 'harta karun' di Indonesia adalah China. Namun dirinya tidak ingin menyerahkan ke negeri Tirai Bambu ini demi menjaga iklim investasi nasional.

"Ini kita juga memang dilematis, karena rare earth kan paling banyak diproduksi di Tiongkok, Amerika sendiri begitu di banned oleh Tiongkok itu kelabakan juga. Nah investor yang paling cepat sekarang itu Tiongkok, nah kalau kita semua kasih Tiongkok nanti semua mental," kata Luhut dalam acara Investasi di tengah Pandemi secara virtual, Sabtu (25/7/2020).

Luhut mengatakan saat ini dirinya tengah mencari investor dari luar China demi memberikan kesempatan kepada negara lain yang berpotensi besar mengembangkan rare earth.

"Jadi kita ya memelihara ekuilibrium kita cari investor, apakah Amerika mau, kita coba atau yang lain," jelasnya.

Menurut dia, mencari investor pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Luhut bilang banyak banyak prosedur yang harus disepakati antara kedua belah pihak baik pemerintah maupun investor.

"Jadi kita harus melihat national interest kita, tidak sekedar hanya terima orang datang investasi, tidak begitu ceritanya. Ada perhitungan strategi kita, pertimbangan geopolitik sebelum memutuskan itu dan seberapa banyak yang akan kita berikan, nggak akan kita berikan semua," ungkapnya.

Buka halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Covid-19 di Bali Meningkat, Luhut Batasi Kunjungan Turis"
[Gambas:Video 20detik]