Gara-gara Pandemi, Pemerintah Evaluasi Lelang 10 Blok Migas

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 12:55 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Kementerian ESDM mengevaluasi rencana penawaran wilayah kerja minyak dan gas bumi (WK Migas) konvensional pada tahun ini. Sebelumnya, pemerintah berencana menawarkan 10 kandidat calon WK Migas baik skema penawaran langsung maupun lelang reguler.

Plt Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial menjelaskan, pandemi Corona memberi dampak besar pada dunia usaha, tak terkecuali sektor migas.

"Dengan wabah pandemi dan penurunan harga minyak dunia kami tentunya pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap rencana kami melelangkan 10 calon WK tersebut," katanya dalam teleconference, Rabu (4/8/2020).

Ego menjelaskan, 10 WK migas itu memiliki potensi sekitar 3,4 miliar barel untuk minyak. Kemudian, untuk gas hampir menyentuh 5 triliun kaki kubik (TCF). "Total yang potensi secara resources, ini belum cadangan, cukup besar 3,4 miliar barel," ungkapnya.

Ego tak mengharapkan 10 WK ini laku semua. Namun, ia yakin 3 hingga 5 WK Migas bisa diteken.

"Dari lelang, realistisnya memang kita tidak expect sepuluh-sepuluhnya dengan situasi seperti ini ini karena ada dua mekanisme kita tawarkan reguler maupun penawaran langsung," ungkapnya.

"Singkat kata yang saya akan jawab kita tidak akan menunggu harus sepuluh-sepuluhnya, terutama yang lelang langsung ini 3 atau 5 besar sampai akhir tahun saya optimis untuk terjadinya tanda tangan, kita kejar itu terutama penawaran langsung," ujarnya.



Simak Video "Kepala BPH MIGAS Ajak Masyarakat Optimistis Sambut New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)