Jauh dari Target, Investasi Sektor Migas Baru US$ 5,6 Miliar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 14:14 WIB
Pengeboran migas Elnusa
Foto: Dok. Elnusa
Jakarta -

Sektor minyak dan gas bumi (migas) turut terpukul karena adanya pandemi Corona. Pandemi membuat realisasi investasi sektor ini masih jauh dari target.

Plt Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial mengatakan, realisasi investasi sektor migas baru sekitar sepertiga dari target tahun ini.

"Kita memang sempat menargetkan investasi kita sekitar US$ 14,5 miliar pada saat kita di awal, namun realisasi saat ini baru sekitar US$ 5,6 miliar jadi memang masih jauh sekali, baru sepertiganya," kata Ego dalam teleconference, Rabu (4/8/2020).

Ego menjelaskan, pandemi memberikan dampak pada turunnya harga minyak dunia. Hal itu kemudian membuat perusahaan-perusahan memangkas belanja modal atau capital expenditur (capex). "Dan seluruh perusahaan besar dunia melakukan pemtongan capex range rata-rata hampir 30%," ujarnya.

Meski begitu, menurutnya, sinyal pemulihan sektor migas telah tampak. Hal itu tercermin dari harga minyak dunia yang merangkak naik.

"Ada sedikit titik cerah, penurunan crude oil yang sempat menyentuh angka belasan Maret, April ini sekarang mulai rebound lagi Juli mulai menyentuh US$ 40,64," jelasnya.

Sejalan dengan itu, ia menyampaikan, penerimaan negara dari sektor migas telah terealisasi 74% dari target. "Dari sisi penerimaan migas karena adanya revisi APBN 2020 sebagaimana Perpes 72 2020 bahwa justru penerimaan migas ini sudah 74% dari target Rp 56,41 triliun," jelas Ego.



Simak Video "Airlangga: 143 Perusahaan Asing Mau Investasi ke RI"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)