RI Selesaikan Survei Seismik Terpanjang di Asia Pasifik, Apa Itu?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 15:46 WIB
Survei Seismik
Foto: Dok. SKK Migas
Jakarta -

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina Hulu Energi Jambi Merang (PHE Jambi Merang) telah menyelesaikan pelaksanaan survei seismik 2D Komitmen Kerja Pasti (KKP) Wilayah Kerja Jambi Merang. Survei seismik merupakan rekor baru karena diselesaikan sepanjang 31.908 km2.

Survei ini mulai dilaksanakan pada tanggal 20 November 2019 dan menyelesaikan akuisisi terakhirnya pada tanggal 3 Agustus 2020 pukul 15.45 WIB.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan keberhasilan ini patut dibanggakan karena 100% dilaksanakan oleh putra-putri terbaik bangsa dan dapat diselesaikan kurang dari 1 tahun meskipun berada di tengah pandemi COVID-19.

"Survei seismik ini menjadi yang terpanjang di Asia Pasifik dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan Indonesia mampu menyelesaikannya hanya dalam kurun waktu 261 hari," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu(5/8/2020).

"Survey seismik ini juga diselesaikan melebihi target yang ditetapkan sebelumnya yaitu 30.000 km2 atau penyelesaiannya mencapai 103,6% dengan zero accident atau tanpa ada kecelakaan kerja," tambah Dwi.

Dwi menjelaskan survey ini mencakup 35 cekungan dari 128 cekungan yang ada di Indonesia. Dari 35 cekungan tersebut terdiri dari 6 producing basin, 7 discovery basin, 5 explored basin, dan sebanyak 17 lainnya merupakan cekungan baru atau unexplored basin yang belum pernah tersentuh sebelumnya.

Diharapkan dengan banyaknya jumlah cekungan survey kelak akan menjadi potensi cadangan migas yang besar bagi Indonesia.

"SKK Migas memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang terlibat atas kerjasama dan kolaborasi yang baik utamanya kepada Elsnusa selaku pelaksana kerja dan khususnya kepada kru kapal Elsa Regent yang telah berhasil melaksanakan tugas mulia ini," kata Dwi.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Indikator: Kinerja Daerah Lebih Baik dari Jokowi Atasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]