RI Kalah dari India Soal Energi Terbarukan, Begini Datanya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 20:00 WIB
Kebun Angin di Provinsi Gansu, China
Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel
Jakarta -

Menteri ESDM Arifin Tasrif membandingkan Indonesia dan India dalam penggunaan energi baru terbarukan. Menurutnya, India memimpin penggunaan energi terbarukan untuk membangkitkan listrik.

Arifin menerangkan di India sudah menggunakan energi terbarukan untuk membangkitkan 23% jumlahnya mencapai 370 giga watt. Dengan target ekspansi 175 giga watt hingga 2022.

"India salah satu negara yang agresif di Asia dalam memasang listrik dari energi baru terbarukan. Porsi di 2020 23,4% hampir 370 giga watt. Kemudian juga dia punya ambisi ekpansi EBT 2022 175 giga watt sebagai target," ujar Arifin dalam webinar yang dilakukan bersama Rakyat Merdeka, Senin (10/8/2020).

India juga telah mampu mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan harga yang murah. Mereka mematok harga listrik sekitar US$ 0,033 per kWh.

"Negara ini sangat agresif mempersiapkan infrastruktur sedemikian rupa dan membuat mudah untuk investor melakukan invest dan output energi yang murah," ujar Arifin.

Arifin menjelaskan di Indonesia potensi energi terbarukan yang bisa dikembangkan cukup besar, mencapai 417,80 giga watt. Namun, pemanfaatannya masih kecil baru mencapai 2,50% atau 10,40 giga watt.

"Di tahun 2025, target kita 23% energi terbarukan, masuk dalam energi primer Indonesia," ujar Arifin.

Potensi terbesar yang bisa dikembangkan adalah pembangkit listrik dengan tenaga surya yang mencapai 207,80 giga watt dengan sebaran utamanya di Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, Sumatra Utara, dan Jawa Timur.

Sementara itu, total kapasitas terpasang PLTS di Indonesia baru mencapai 150,20 MWp atau baru 0,07 persen dari potensi yang ada.



Simak Video "Mobil-Kantor Kementerian ESDM Dirusak Massa Demo"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)