Bantuan Keringanan Listrik Capai Rp 15 T, Ini Rinciannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 15:13 WIB
PLN mengerahkan petugas untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik penggunanya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah menganggarkan Rp 15,39 triliun untuk program keringanan listrik. Anggaran tersebut dialokasikan untuk 33,64 juta pelanggan.

Dalam bahan paparan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana, setidaknya ada 6 program keringanan listrik tersebut.

Seperti dikutip detikcom, Selasa (11/8/2020), program pertama diskon tarif 100% pelanggan 450VA dan diskon 50% pelanggan 900VA subsidi selama 3 bulan yakni April sampai Juni. Kedua, program diskon ini diperpanjang 3 bulan Juli hingga September. Jadi, kebutuhan anggaran untuk dua program ini Rp 7,28 triliun.

Ketiga, diskon tarif 100% untuk pelanggan bisnis dan industri 450VA selama 6 bulan dari Mei hingga Oktober. Anggaran yang dialokasikan Rp 109,2 miliar.

Keempat, pembebasan ketentuan rekening minimum untuk pemakaian listrik di bawah 40 jam. Kemudian, pembebasan biaya beban atau abonemen pelanggan sosial, bisnis, industri dan layanan khusus selama 6 bulan dari Juli hingga Desember. Kebutuhan anggarannya Rp 3,07 triliun.

Kelima, perpanjangan kedua diskon tarif 100% pelanggan rumah tangga 450VA dan 50% untuk 900VA subsidi selama 3 bulan atau hingga akhir tahun. Total kebutuhan anggaran Rp 4,33 triliun.

Terakhir, perpanjangan diskon tarif 100% untuk bisnis 450VA dan industri 450VA selama dua bulan yakni November dan Desember. Kebutuhan untuk program ini Rp 42,05 miliar.

Jadi, total anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan stimulus ini sebesar Rp 15, 39 triliun untuk 33,64 juta pelanggan.



Simak Video "Ombudsman: Ada Tarif Listrik Warga yang Naik hingga 1.000%"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)