Ahok Beberkan Gaji di Pertamina, Besar Mana dengan BUMN Lain?

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2020 17:10 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok mengungkapkan gajinya saat ini yang mencapai Rp 170 juta per bulan. Gaji itu belum termasuk bonus tantiem. Jumlah yang cukup besar tentunya. Namun bagaimana jika dibandingkan dengan gaji komisaris di BUMN lain?

PT Bank Mandiri Tbk dikenal sebagai BUMN yang memberikan gaji yang cukup besar bagi direksi dan komisarisnya. Melansir laporan keuangan interim Bank Mandiri 30 Maret 2020, gaji dan tunjangan untuk total dewan komisaris selama kuartal I-2020 mencapai Rp 13,61 miliar.

Jumlah komisaris Bank Mandiri ada 10 orang, maka dalam 3 bulan gaji dan tunjangan komisaris Bank Mandiri jika dipukul rata mencapai Rp 1,36 miliar. Lalu jika dihitung per bulan sebesar Rp 453 juta. Itu jika diasumsikan seluruh dewan komisaris Bank Mandiri memiliki gaji yang sama.

Namun itu baru bonus saja, jika dihitung dengan bonus, tantiem dan imbalan kerja jangka panjang total yang diterima dewan komisaris Bank Mandiri mencapai Rp 19,31 miliar selama kuartal I-2020.

Hitungannya sama, per orang selama kuartal I-2020 memperoleh total pendapatan Rp 1,93 miliar. Maka total pendapatan komisaris Bank BUMN dalam satu bulan sebesar Rp 634 miliar, jika dihitung secara rata-rata.

Sementara untuk BRI pada kuartal I-2020 tercatat total gaji dan tunjangan dewan komisarisnya mencapai Rp 8,65 miliar. BRI sendiri tercatat memiliki 10 orang komisaris, dengan 6 komisaris diberi tanda baru dapat menjalankan fungsi dan tugasnya setelah mendapatkan persetujuan dari OJK.

Jika dibagi rata dengan 10 orang komisaris itu maka gaji dan tunjangan komisaris BRI sebesar Rp 865 juta selama 3 bulan. Jika dibagi lagi maka per bulan komisaris BRI mendapatkan gaji dan tunjangan Rp 288 juta. Angka itu belum termasuk bonus dan tantiem, perhitungannya juga berdasarkan pukul rata semua komisaris BRI.

Sebelumnya diberitakan Ahok kembali buka-bukaan soal gajinya di Pertamina. Dia menyatakan gaji di Pertamina besarnya Rp 170 juta per bulan.

"Rp 170 juta lah kira-kira," kata Ahok dalam talkshow live IG TV Mata Najwa yang disiarkan Minggu (16/8/2020).

Ahok sempat ditanya soal bonus tantiem, kabarnya bisa sampai 50 kali gaji. Menjawab hal tersebut dia tak tahu pastinya, namun yang dia dengar Direktur Utama saja bisa mendapatkan bonus tantiem sampai Rp 25 miliar. "Katanya ya tantiem itu, dulu, Dirut bisa dapat Rp 25 miliar," ujar Ahok



Simak Video "Momen Sandiaga Tak Sengaja Bertemu Ahok di Pesawat"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)