PLN Mulai 'Setrum' Lokasi Ibu Kota Baru, Kode Segera Pindah?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 21 Agu 2020 12:00 WIB
PLN Listriki 7 desa di Riau
Ilustrasi/Foto: Dok. PT PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) telah memberikan tegangan pertama (energize) pada tiga proyek infrastruktur ketenagalistrikan untuk calon ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur (Kaltim). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan keandalan listrik di wilayah tersebut.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim), Muhammad Ramadhansyah mengatakan tiga proyek tersebut yakni Gardu Induk (GI) 150 kiloVolt (kV) Embalut, GI 150 kV New Samarinda dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Embalut-New Samarinda.

"Penguatan sistem infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Kalimantan Timur ini merupakan dukungan kesiapan Ibu Kota Negara yang baru serta perkuatan kota penyangga di sekitarnya," tuturnya dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Jumat (21/8/2020).

Lebih rinci dijelaskan jalur transmisi SUTT 150 kV Embalut-New Samarinda terdiri dari 45 tower dan terbentang sepanjang 28,4 kilometer sirkuit (kms) dari Kabupaten Kutai Kartanegara hingga Kota Samarinda.

PLN juga kini sedang membangun jaringan transmisi 150 kV New Samarinda-Sambera dengan 67 tower yang terbentang sepanjang 40 kms.

Selain di Kalimantan, PLN juga terus mengejar pembangunan dua jaringan transmisi bertegangan 150 kV di Sulawesi Barat (Sulbar), yaitu jaringan transmisi 150 kV Mamuju-Topoyo dan Topoyo-Pasangkayu. Percepatan pembangunan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan Sulbar dan Sulteng sebagai provinsi penyangga bagi ibu kota baru nanti.

"Sisi barat Pulau Sulawesi dan Kalimantan Timur hanya dipisahkan oleh Selat Makassar. Ke depannya, tentu Sulbar dan Sulteng akan menjadi penyangga bagi ibu kota baru yang berada di Kalimantan Bagian Timur," jelas General Manager PLN UIP Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) I Putu Riasa.

"Industri, bisnis dan pusat pemerintahan yang akan hadir di sana tentu membutuhkan pasokan listrik yang memadai, oleh karena itu kami tengah siapkan dari sekarang," tambahnya.



Simak Video "Usai Masa Reses, RUU Ibu Kota Baru Akan Diserahkan ke DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)