Proyek Jaringan Listrik 118 Km di Makassar Mulai Beroperasi

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2020 16:45 WIB
Di penghujung tahun 2018, PLN berhasil menyelesaikan dan mengoperasikan setidaknya tiga proyek transmisi kelistrikan di Sumatera.
Ilustrasi/Foto: Istimewa/PLN
Makassar -

Jaringan transmisi listrik bertegangan 150 kilo Volt (KV) dari Punagaya, Jeneponto ke Makassar sepanjang 118 kilometer mulai beroperasi. Proyek strategis ini disebut bakal menghindari blackout di Kota Makassar dan sekitarnya.

"Jikalau jaringan transmisi ini berhasil beroperasi, kita akan menghemat paling sedikit Rp 225,8 miliar per tahun atau Rp 18,81 miliar per bulan. Karena mampu menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) sebesar Rp 22,91 per kiloWatt hour (kWh) dan susut transmisi setara dengan 38.806.800 kWh," jelas General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Selatan (UIP Sulbagsel) I Putu Riasa di Jalan Hertasning Makassar, Jumat (11/9/2020).

"Saat ini di Kota Makassar, sedang dibangun kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) yang nantinya akan menjadi ikon baru bagi Indonesia bagian tengah dan timur. Tentunya, kawasan tersebut akan membutuhkan daya dan keandalan listrik yang memadai. Oleh karena itu, beroperasinya jaringan transmisi ini sangat mendesak mengingat listriknya juga akan menjangkau kawasan tersebut," tambahnya.

Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Pembangit dan Jaringan Sulawesi Selatan (UPP Kitring Sulsel) Husni Wardana mengungkapkan, saat ini evakuasi daya dari PLTU Punagaya baru disalurkan oleh satu jalur jaringan transmisi 150 kV eksisting, sehingga tambahan jaringan transmisi ini akan meningkatkan keandalan Kota Makassar serta Sulawesi Selatan.

"Melalui beroperasinya jaringan ini, diharapkan daya dari PLTU Punagaya dapat dioptimalkan, sehingga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Sulawesi Selatan serta Kota Makassar sebagai pintu timur Indonesia," kata dia.

Salah satu keuntungan lainnya, pembangunan jaringan listrik ini adalah menghindari terjadinya pemadaman massal jika terjadi kendala tersendatnya aliran listrik.

"Mengurangi resiko pemadaman luas, kita familiar istilah blackout tahun lalu pernah dirasakan, di mana seluruh Makassar padam, sehingga nantinya jika telah beroperasi apabila ada gangguan di transmisi existing masih bisa di-cover yang kita akan aktifkan," ucap dia.

Dikatakannya, ini merupakan proyek Strategis Nasional. Guna menopang kebutuhan listrik bagi potensi investasi yang berlimpah di Sulawesi Selatan, PLN senantiasa mengerahkan seluruh daya serta upaya yang dimiliki.



Simak Video "Epidemiolog: 55% Orang di Rumah Saja untuk Tekan Transmisi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fiq/eds)