Serangan Balik buat Ahok yang Bongkar Aib Pertamina

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 07:30 WIB
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut menghadiri peresmian implementasi program biodiesel 30% atau B30 di SPBU Pertamina, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019). Komisaris Utama Pertamina jadi rebutan foto bersama pegawai SPBU.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dianggap berbuat gaduh. Hal itu lantaran Ahok berbicara mengenai aib Pertamina.

Kemarin Ahok kembali buka suara yang cukup membuat heboh. Ahok membongkar sederet borok Pertamina melalui video berdurasi 6 menit yang diunggah akun YouTube, POIN.

Ahok lantang membongkar mulai dari direksi yang hobi lobi menteri hingga direksi yang lebih suka berutang dan mendiamkan investor.

Pengamat BUMN yang juga mantan sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menilai apa yang dibicarakan Ahok dalam video tersebut merupakan tugasnya sebagai seorang komut.

"Beliau mengumumkan bahwa dirinya tidak mampu melaksanakan tugasnya sebagai komisaris. Semua yang disampaikannya itu adalah tugas komisaris," tuturnya kepada detikcom, Selasa (15/9/2020).

Said menjelaskan, sebagai komut, Ahok merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah. Artinya seharusnya yang melakukan lobi-lobi ke menteri adalah Ahok. Jika malah direksi yang melakukan lobi-lobi seharusnya Ahok memiliki wewenang untuk menindak direksi tersebut.

"Saya nggak lihat seperti itu, karena kewenangan komisaris itu bahkan bisa menonaktifkan direksi. Jadi lucu, dia itu punya kewenangan itu," tuturnya.

Menurut Said hal yang paling utama untuk membenahi BUMN itu adalah menjaga Pertamina dari intervensi luar, termasuk intervensi dari pemerintah dan penguasa. Dia menambahkan hal itu juga merupakan tugas dari komut.

"Pengaruh intervensi pemerintah terhadap Pertamina itu besar sekali. Utang pemerintah ke Pertamina itu mungkin sekitar Rp 100 triliun lebih. Kedua intervensi terhadap program-program Pertamina untuk pembangunan kilang misalnya, itu kan pemerintah yang berubah-ubah. Ketiga intervensi penguasa mafia minyak pengadaan BBM oleh Pertamina. Jadi musuhnya itu, dan itu tugas komisaris," tutupnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Usai Bongkar Borok Pertamina, Ahok Temui Erick Thohir"
[Gambas:Video 20detik]