Bos PLN Curhat Penjualan Listrik Minus 10%, Pertama dalam 27 Tahun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2020 14:17 WIB
PLN mengerahkan petugas untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik penggunanya.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memberi pukulan pada banyak lini bisnis. Hal itu tak terkecuali pada PT PLN (Persero) di mana pertumbuhan penjualan listriknya minus 10%.

Direktur Human Capital dan Management PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan pandemi membuat penjualan listrik turun signifikan di 2-3 bulan pertama pandemi. Selama ia berkarier di PLN 27 tahun, penjualan negatif 10% baru dirasakannya kali ini.

"Pertama COVID ini terjadi di 2-3 bulan pertama demand kami turun cukup signifikan sampai turun negatif 10% ini tidak pernah kami alami. Jadi mungkin kalau saya sudah 27 tahun di PLN pertumbuhan penjualan negatif 10% baru kami rasakan kemarin dan dampaknya cukup sulit buat kami di PLN," katanya dalam acara Ngopi BUMN, Kamis (24/9/2020).

Dia bilang, penjualan listrik mulai membaik saat ini, meski masih minus 2%.

"Tapi alhamdulillah beberapa bulan terakhir ini cukup membaik posisi saat ini mungkin negatifnya itu sudah tinggal kurang lebih 2%," katanya.

Dia memperkirakan, penjualan listrik tahun ini di kisaran minus 0,5% hingga 5%. Pihaknya tetap berupaya agar penjualan listrik tetap positif tahun ini.

"Dan kami proyeksikan akhir tahun negatifnya kecil sekali minus 0,5% kami prediksi. Tapi kami upaya untuk tetap positif jadi kami punya skenario, kami sebutnya pesimis dan skenario optimis jadi di range lah negatif 0,5% sampai 0,5%," ujarnya.

(acd/ara)