Penerapan Smart Grid Jadi Opsi Pemerintah Kejar Target Bauran Energi

Faidah Umu Safuroh - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2020 17:16 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif
Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Pemerintah menargetkan pemenuhan bauran energi baru terbarukan (EBT) pada bauran energi nasional sebesar 23% di 2025 mendatang. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pemanfaatan smart grid atau jaringan listrik pintar dinilai sebagai salah satu solusi yang bisa diterapkan.

"Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024. Pemanfaatan smart grid dapat meningkatkan penetrasi pada pembangkit EBT terutama Variabel Renewable Energy (VRE) di sistem ketenagalistrikan," ungkap Arifin dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2020).

Dalam acara konferensi internasional yang diselenggarakan Perusahaan Listrik Negara secara virtual, Rabu (23/9), Arifin menambahkan pengembangan smart grid dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keandalan sistem ketenagalistrikan.

"Hal ini akan mengurangi bahkan mencegah pemadaman (black out) sehingga bisa menghasilkan aksesibilitas yang lebih baik ke jaringan hingga mempercepat proses pemulihan gangguan," imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, smart grid juga dapat mengurangi susut (losses) pada jaringan distribusi serta dapat digunakan sebagai langkah dalam pengembangan distributed generation. Manfaat lain yang tak kalah penting adalah meningkatkan integrasi energi terbarukan dalam skala yang besar dan mampu menurunkan tarif listrik dengan mengendalikan beban puncak listrik.

Arifin memaparkan pengembangan tahap pertama smart grid di Pulau Jawa telah dilaksanakan antara lain, di Jakarta yakni Digital Substation Sepatan II, Digital Substation Teluk Naga II, Realibility Efficiency Optimization Center, Platform E-mobility Electric Vehicle Charging Station, dan Advance Metering Infrastructure. Kemudian di Surabaya yakni Remote Engineering, Monitoring, Diagnostic & Optimization Centre.

Adapun pengembangan smart grid di luar Pulau Jawa telah dilaksanakan di Pulau Selayar, Tahuna, Medang, Semau, Bali Eco Smart Grid-Lora, Smart Micro Grid-Sumba Green Island.

"Tentu saja seluruh program ini akan terus berkelanjutan sehingga Indonesia bisa menghasilkan target elektrifikasi yang sempurna, yang dapat dinikmati oleh masyarakat," ucapnya.

Sebagai informasi, kehadiran smart grid memungkinkan adanya partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik berbasis sumber energi setempat. Smart grid merupakan jaringan listrik pintar yang mampu mengintegrasikan aksi-aksi atau kegiatan dari semua pengguna, mulai dari pembangkit sampai ke konsumen dengan tujuan agar efisien, berkelanjutan, ekonomis dan suply listrik yang aman.



Simak Video "Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tak Naik Hingga Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)