Pertamina Jamin Proses Tender Fasilitas Produksi Olefin Transparan

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Sabtu, 26 Sep 2020 18:34 WIB
PT Pertamina (Persero) telah melakukan uji coba produksi Green Diesel D100 sebesar 1.000 barel per hari di Kilang Dumai, Riau pada bulan Juli lalu.
Foto: dok Pertamina
Jakarta -

Setelah mengakuisisi PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) pada akhir tahun lalu, Pertamina melalui salah satu Sub Holding, PT Kilang Pertamina International (KPI) tancap gas menyiapkan pembangunan fasilitas sebagai Pusat Produksi Olefin dan Aromatik di kawasan TPPI, Kabupaten Tuban Jawa Timur.

PT KPI bahkan mengundang secara terbuka perusahaan kelas dunia yang berpengalaman dalam pembangunan Olefin dan petrokimia untuk menjadi mitra strategis dalam mewujudkan fasilitas produksi Olefin dan Aromatik di Tanah Air. VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman memastikan seluruh proses tender itu dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur pengadaan yang berlaku.

"Bahkan seluruh proses tender ini dijalankan Pertamina dengan pendampingan dari Tim Jamintel, Bareskrim POLRI, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan juga berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), sehingga Governance-nya sangat terjaga dengan baik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Fahriyah sampai saat ini proses tender masih berlangsung dan Pertamina telah mendapatkan dua peserta terbaik yang akan menyiapkan design (BED & FEED). Pengawasan ketat terus dilakukan hingga penetapan pemenang.

"Tim Tender KPI sudah memeriksa secara seksama seluruh dokumen dari peserta, termasuk memastikan pengalaman proyek yang sejenis dengan Proyek TPPI Olefin Complex yang dibuktikan oleh berita acara penyelesaian pekerjaan ," terang Fajriyah.

Hal itu, kata dia, untuk memastikan kemampuan dalam penyiapan design (BED & FEED) dan pembangunan fasilitas produksi Olefin Complex di Indonesia bisa selesai sesuai target.

"Dengan dukungan seluruh stakeholder pembangunan fasilitas produksi Olefin ini diharapkan akan mendukung pengembangan industri dalam negeri serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

Diketahui, Pertamina melaksanakan tender dengan Strategi Kontrak Design Build Competition (DBC) yaitu menetapkan dua Peserta Terbaik untuk melaksanakan pekerjaan Design yaitu pemilihan Technology/Licensor, pembuatan design (BED & FEED) dan lingkup EPC, dan selanjutnya akan ditetapkan satu pemenang pelaksana pembangunan yang lebih kompetitif dari sisi biaya dan harga.

Sebagai informasi, proyek dengan investasi senilai Rp 50 triliun dengan sebutan TPPI Olefin Complex ini bakal memproduksi High Density Polyethylene (HDPE) sebanyak 700.000 ton per tahun, Low Density Polyethylene (LDPE) sebanyak 300.000 ton per tahun, dan Polipropilena (PP) 600.000 ton per tahun.



Simak Video "Ini Hasil Pertemuan Ahok dan Erick Thohir"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)