Pembangunan Pipa Gas Cisem Mandek, Anggota DPR Minta Lelang Ulang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 29 Sep 2020 15:08 WIB
Pembangunan gedung baru untuk DPR RI menuai kritikan berbagai pihak walaupun Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Jokowi telah setuju pembangunan tersebut. Tetapi Presiden Jokowi belum teken Perpres tentang pembangunan Gedung DPR. Lamhot Aritonang/detikcom.
Gedung DPR RI/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam mempertanyakan kelanjutan pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang (Cisem). Menurutnya, progres pembangunan pipa gas itu tidak jelas hingga saat ini.

"Kepada BPH, ini saya terakhir melihat kebetulan juga ikut beberapa kali pertemuan antara BPH, Migas Rekind dan PGN di mana Rekind ini anak perusahaan daripada PT Pupuk Indonesia. Ada pekerjaan pipa Semarang-Cirebon yang sampai hari ini nggak jelas juntrungannya mau ke mana itu. Padahal sudah dilelang, ditetapkan, sudah peletakan batu pertama nyaris," katanya dalam rapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Ia pun meminta BPH Migas untuk menyelesaikan ini. Menurut Ridwan, jika Rekind tak mampu membangun lebih baik dilelang ulang.

"Jadi mohon diselesaikan Pak BPH kalau Pupuk, Rekind tidak siap ditender ulang saja karena mulai dari tahun berapa 2006 atau 2011," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno. Pihaknya berkomitmen mendukung pembangunan pipa gas ini, namun dibuat kaget lantaran Rekind menyatakan keekonomian dari pembangunan pipa ini berubah.

"Tapi saya kaget mendengar ada masukan Rekind yang mengatakan mendadak keekonomian berubah karena proyek ini diberikan kepada Rekind sebagai pemenang lelang 2006 sekarang 14 tahun kemudian keekonomian berubah, cost pembangunan sudah berubah, kami terus terang bingung dalam hal ini, betul-betul bingung," jelasnya.

Eddy menuturkan, pihaknya siap duduk bersama untuk mencari solusi jika ada kendala dalam pembangunan pipa gas tersebut.

"Bagi kami komitmen yang kita berikan bersiap duduk bersama mencari solusi permasalahan untuk mencari kira-kira di mana terobosan yang diperlukan agar Cisem (Cirebon-Semarang) ini segera terbangun," ujarnya.

(acd/ara)