Debat Sengit, Biden dan Trump Sepakat Dukung Kendaraan Listrik

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2020 10:40 WIB
President Donald Trump and Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Julio Cortez)
Foto: AP/Julio Cortez
Jakarta -

Debat calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) yang diikuti Donald Trump dan Joe Biden berlangsung sengit. Namun keduanya memiliki pandangan yang sama tentang dukungan terhadap kendaraan listrik.

Mengutip CNBC, Kamis (1/10/2020), hal itu ditunjukkan setelah moderator Chris Wallace bertanya kepada kandidat Trump dan Biden tentang pandangan mereka mengenai perubahan iklim dan rencana mereka untuk melindungi lingkungan.

Meski bentrok di sebagian besar poin, kedua kandidat mengatakan mereka mendukung kendaraan listrik. Itu adalah kabar baik yang potensial bagi pembuat baterai, pembuat mobil, dan perusahaan infrastruktur pengisian daya dengan saham di pasar AS, termasuk Tesla, Ford, General Motors, Panasonic, dan QuantumScape, yang baru-baru ini go public melalui SPAC.

Menurut penelitian Badan Energi Internasional, penjualan mobil listrik mencapai 2,1 juta secara global pada tahun 2019. Terhitung hanya 2,6% dari penjualan mobil global, dengan 880.000 dari kendaraan bertenaga baterai tersebut dijual di AS.

Bahkan dengan penawaran kendaraan listrik baru yang sedang meningkat, penjualan kendaraan dengan powertrain listrik kemungkinan hanya mencapai 9,1% dari total penjualan kendaraan AS pada 2025, menurut perkiraan IHS Markit. Bagian dari rencana iklim Biden termasuk mendedikasikan pengeluaran pemerintah untuk mendukung kendaraan listrik.

"Kami akan memastikan bahwa kami dapat menggunakan armada federal dan mengubahnya menjadi armada yang beroperasi, mereka adalah kendaraan listrik," kata Biden.

"Untuk memastikan bahwa kami dapat melakukannya, kami akan menempatkan 500.000 stasiun pengisian daya di semua jalan raya yang akan kami bangun di masa depan," lanjut dia.

Pada Mei 2019, kantor Efisiensi Energi dan Energi Terbarukan Departemen Energi AS, atau EERE melaporkan bahwa terdapat 68.000 stasiun pengisian kendaraan listrik di AS, dengan 22.620 di antaranya di California.

Meskipun sebagian besar pemilik kendaraan listrik dapat mengisi daya semalaman di rumah, tidak selalu praktis bagi penghuni apartemen perkotaan atau pengemudi yang menggunakan kendaraan listrik untuk perjalanan yang lebih jauh. Menambahkan infrastruktur pengisian daya dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik untuk penggunaan komersial.

Trump mengatakan bahwa dia juga mendukung mobil listrik.

"Saya juga baik-baik saja dengan mobil listrik. Saya menyukai mobil listrik. Saya telah memberikan insentif besar untuk mobil listrik. Apa yang mereka lakukan di California benar-benar gila," ujarnya.

(toy/ara)