Ahok Buat Tim Khusus di Pertamina, Andre Rosiade Beri Warning

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 04 Okt 2020 09:45 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari jabatan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai hal tersebut tak perlu dibesar-besarkan.
Foto: 20detik
Jakarta -

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias AHok membentuk tim khusus di Pertamina. Tim itu bertugas untuk fokus menangani calon investor yang pernah berminat kerja sama di proyek kilang Pertamina.

Tim Khusus itu juga akan bernegosiasi ulang dengan calon investor yang sempat berminat menggarap proyek kilang dengan Pertamina.

"Untuk negosiasi ulang semua investor yang pernah dan mau kerjasama dengan Pertamina," kata Ahok kepada detikcom, Sabtu (3/10/2020).

Tim itu terdiri dari jajaran internal Pertamina, salah satunya Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Iman Rachman.

"Internal. Direktur Portofolio dengan Komite Investasi dan Komite Audit, serta Tim Transformer Task Force Dekom (Dewan Komisaris)," ujar Ahok.

Ahok berharap, Tim Khusus itu bisa mulai bekerja bulan ini. "Harapan kami bulan ini," ungkap dia.

Ahok Dapat Warning dari Andre Rosiade

Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi Gerindra Andre Rosiade merespons inisiasi Ahok membentuk Tim Khusus Pertamina. Andre memberikan warning kepada Ahok agar tim khusus itu nantinya bertugas tanpa melampaui kewenangan jajaran Direksi Pertamina.

"Kita ingatkan jangan melebihi kewenangan, jangan sampai offside yang akhirnya di kemudian hari menimbulkan kegaduhan kembali. Nah itu kita ingatkan dari awal nih, warning boleh dong, kita ingatkan. Karena di republik ini semua ada aturannya," tegas Andre ketika dihubungi detikcom secara terpisah.

Meski demikian, Andre memastikan pihaknya mendukung penuh langkah Ahok membentuk tim tersebut. Ia hanya menekankan agar tim tersebut tetap melakukan tugas sesuai kewenangan Dekom yakni mengawasi, bukan mengambil keputusan, sesuai dengan tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG).

Menurut Andre, niat Ahok sudah baik dalam rencana membentuk Tim Khusus ini, tapi bukan berarti prinsip GCG bisa dilanggar.

"Kita ingatkan dari awal 3 Oktober, jangan sampai tim ini bikin kegaduhan karena ada yang melebihi kewenangannya. Silakan tim ini dibentuk, tapi kita ingatkan keputusan ada di tangan direksi. Jangan sampai kita punya niat baik tapi melanggar GCG, itu penting dong," tutur dia.

Tak hanya itu, Andre juga mengingatkan agar dalam mengawal proses pencarian investor untuk proyek kilang, Ahok selaku Komisaris tak memaksa untuk turut memberikan keputusan.

"Kami ingatkan untuk tidak melebihi kewenangannya. Di mana nanti memaksakan ini lho yang harus dieksekusi, karena kewenangan eksekusi ini ada di tangan direksi. Dalam mendorong transparansi, dalam rangka akuntabilitas, dalam rangka memberantas mafia, dalam rangka memberantas mafia kita dukung semangatnya," pungkas Andre.



Simak Video "Reza Bukan dan Farid Aja Dipertemukan Lagi Usai Isu Pertemanan Retak"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)