Penyaluran BBM Penugasan Diramal Tak Capai Target

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 05 Okt 2020 16:39 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara motor di SPBU 34-16113, Cilendek, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020). Petugas SPBU yang berhubungan langsung dengan pengendara tersebut menggunakan alat pelindung wajah sebagai upaya untuk melindungi diri, keluarganya maupun orang lain dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.
Foto: ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) memproyeksikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) penugasan jenis Premium sebanyak 11 juta kiloliter (KL) tak akan mencapai target hingga akhir 2020.

CEO Commercial & Trading Subholding Pertamina Mas'ud Khamid menjelaskan bahwa perkiraan penyaluran BBM Premium penugasan sampai akhir tahun hanya mencapai 8,7 juta KL. Hingga kini penyalurannya sudah 6,7 juta KL.

"Di tahun 2020 year to date September, dari plan kami 11 juta KL, Alhamdulillah kami bisa mengelola di 6,7 juta KL, dan proyeksi kami sampai akhir tahun itu ada di 8,7 juta KL sampai dengan akhir tahun," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (5/10/2020).

Berdasarkan data yang dia paparkan, penyaluran Premium penugasan pada 2018 juta tak mencapai target, yakni dari kuota 11,8 juta KL hanya terdistribusikan 10,8 juta KL.

Sementara pada tahun lalu, penyaluran BBM Premium penugasan mengalami peningkatan kuota karena bertambahnya wilayah penugasan dari pemerintah kepada Pertamina, yakni Jawa, Madura dan Bali (Jamali).

"2019 dari 11,0 juta KL menjadi 11,6, ini karena di pertengahan tahun 2018 ada penugasan Jamali, sebagai bagian dari Premium di Jamali sebagai bagian dari BBM penugasan, dan ini kami harus membuka 571 outlet Premium baru, dan outlet baru yang kami buka ini berasal dari kami mematikan outletnya Pertamax biar kita ketahui bersama," tambahnya.

(toy/dna)