Pertamina Tambah Kapasitas Avtur hingga 6.000 KL di DPPU Bandara Kertajati

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 16:54 WIB
Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandar Udara Internasional Kertajati (BIJB)
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation (MOR) III memastikan perkembangan pembangunan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandar Udara Internasional Kertajati (BIJB) akan siap mendukung operasional. DPPU Kertajati yang baru memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 6.000 Kiloliter (KL) atau 50 kali lipat lebih besar dibanding DPPU lama yang berkapasitas 120 KL.

Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan mengatakan saat ini pembangunan DPPU Kertajati yang baru akan berlanjut ke tahap pelaksanaan commissioning untuk area apron (pelataran pesawat). Sempat bergeser dari jadwal sebelumnya akibat pandemi, commissioning ini tetap akan dilakukan sebagai proses pengujian operasional guna memastikan kesesuaian terhadap prosedur.

Tim Manajemen MOR III pun juga telah melakukan peninjauan ke DPPU untuk memastikan kesiapan stok avtur dan kehandalan sarana dan fasilitas. Peninjauan lapangan tersebut tetap dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan COVID-19 dan dipimpin oleh General Manager MOR III Werry Prayogi, beserta manager fungsi terkait.

"Tim internal kami turut melakukan pemantauan kehandalan sarfas DPPU. Hal yang ditekankan adalah melihat kesiapan sarfas, kondisi sarfas dan peralatan, serta penerapan aspek keselamatan. Pertamina mengupayakan semaksimal mungkin untuk mendukung operasional BIJB Kertajati," ujar Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).

Di sisi lain, Eko menjelaskan penambahan kapasitas DPPU Kertajati dilakukan untuk mempersiapkan Bandara Kertajati menjadi bandara internasional di wilayah Jawa Barat, sehingga kesiapan DPPU untuk mendukung pengembangan bandara sangat diperlukan.

Adapun untuk stok avtur dipasok dari Integrated Terminal Balongan di Indramayu, Jawa Barat, menggunakan mobil tangki khusus avtur atau bridger.

"Avtur ditampung di 3 unit tangki modular. Kemudian melalui mobil tangki atau refueller, disalurkan ke pesawat udara," tambahnya.

Saat ini DPPU Kertajati melayani pengisian bahan bakar untuk pesawat udara Cessna 172, maupun pesawat dari instansi-instansi pemerintah. Eko menjelaskan, di masa pandemi saat ini, karena terjadi pembatasan penerbangan serta turunnya minat masyarakat dalam bepergian, konsumsi avtur ikut terkoreksi

"Namun kami memastikan, kesiapan sarfas dan pasokan avtur di DPPU Kertajati tetap aman dan siap memenuhi kebutuhan industri aviasi," pungkasnya.

Sebagai informasi, peninjauan lapangan tersebut tetap dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan COVID-19. Peninjauan ini dipimpin oleh General Manager MOR III Werry Prayogi, beserta manager fungsi terkait.



Simak Video "Premium Bakal Dihapus, Ini Tanggapan Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)