Pelanggan Bertambah, 422 Jargas di Kutai Kartanegara Mulai Beroperasi

Yudistira Imandiar - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2020 10:35 WIB
PT Pertagas Niaga (PTGN) mulai mengoperasikan bertahap 422 sambungan rumah tangga jaringan gas (SR Jargas) di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertagas Niaga (PTGN) mulai mengoperasikan bertahap 422 sambungan rumah tangga jaringan gas (SR Jargas) di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tepatnya di Desa Salo Palai, Desa Saliki, dan Desa Muara Badak Ulu. Secara total, ada 1.176 sambungan jargas yang telah dibangun di Kutai Kartanegara menggunakan APBN 2020 oleh Kementerian ESDM.

President Director PTGN Linda Sunarti mengatakan pengaliran jargas terus dilakukan di masa pandemi. Tujuannya agar masyarakat bisa segera merasakan manfaat jaringan gas kota sebagai sumber energi yang dinilai bersih, aman, mudah, dan ekonomis. Adapun 422 SR Jargas di Kutai Kartanegara tersebut mulai dioperasikan, Rabu (15/10).

"Meski kita masih di masa pandemi, program pemerintah yang positif bagi masyarakat harus tetap berjalan. Penambahan SR jargas di Kukar ini semoga bisa meringankan beban masyarakat karena harganya yang ekonomis," ungkap Linda dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2020).

Linda berpesan kepada masyarakat yang sudah mendapatkan SR agar merawat instalasi jargas di lingkungannya, sehingga tetap aman dan tahan lama. Ia mengatakan, pengoperasian jaringan gas ke rumah-rumah warga oleh operator dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Sebagai informasi, sebelumnya telah dibangun 5.000 SR jargas di Kutai Kartanegara yang dibiayai oleh APBN 2019 dengan tarif Rp 4.250/m3. Dengan sistem tagihan pasca bayar, pelanggan jargas diminta untuk tertib membayar tagihan rutin tiap bulannya guna menjamin kelancaran kegiatan operasi.

Kementerian ESDM membangun jaringan gas kota di berbagai kabupaten/kota di Indonesia guna melakukan diversifikasi energi dan menekan subsidi LPG dan BBM. Program jargas dilakukan utamanya untuk wilayah dengan sumber dan jaringan pipa gas, serta adanya kebutuhan yang sesuai dengan biaya keekonomian.

(akn/hns)