Palembang cs Jadi Contoh Daerah Berbasis Jaringan Gas

Nurcholis Maarif - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2020 18:30 WIB
Setelah penantian selama 4 tahun, Jembatan Musi IV yang berada di Kota Palembang, Sumatera Selatan dibuka untuk umum. Yuk lihat jembatannya.
Foto: Raja Adil Siregar: Jembatan Musi IV di Kota Palembang, Sumatera Selatan
Jakarta -

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat hingga kini telah tersambung jaringan gas (jargas) di tujuh kabupaten/kota Sumatera Selatan (Sumsel) sebanyak 75.674 SR. Ketujuh kabupaten/kota itu meliputi Pali, Musi Rawas, Muara Enim, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Kota Palembang, dan Prabumulih.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan sementara untuk tahun 2020 rencananya akan dibangun 38.591 SR yang meliputi Kabupaten Ogan Ilir 4.046 SR, Kota Palembang 9.312 SR, Ogan Komering Ulu 5.000 SR, Muara Enim 8.044 SR, Musi Rawas 4.809 SR, dan Kabupaten Musi Banyuasin 7.380 SR.

"Kami (BPH Migas) berharap Sumsel sebagai percontohan provinsi di Indonesia yang berbasis gas di seluruh kabupaten/kota karena di Provinsi Sumsel ini adalah lumbung gas bumi dan komitmen BPH Migas dalam menetapkan harga jual selalu di bawah harga pasar gas tabung 3 kg dan 12 kg sebagaimana yang telah dilakukan di 52 kabupaten/kota di seluruh Indonesia," ujar Ifan, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2020).

Hal itu diucapkannya dalam Sosialisasi Tugas, Fungsi, dan Capaian Kinerja BPH Migas Tahun Anggaran 2020 di Hotel Aryaduta Palembang, Sumatera Selatan (16/10). Ifan mengaku optimis target ini akan terwujud mengingat skema pendanaan pembangunan jargas bisa dengan menggunakan pola investasi badan usaha dan juga bisa melalui APBN.

Diungkapkannya, penggunaan gas diharapkan tidak sebatas untuk keperluan industri dan rumah tangga, Kereta Api yang ada di Sumsel juga bisa didorong memakai LNG. Penggunaan LNG sebagai bahan bakar kereta api telah digunakan di beberapa negara seperti di USA, Kanada, Rusia, dan India. Sebab penggunaan gas sebagai bahan bakar akan lebih bersih dan lebih murah harganya.

Menurunnya, suplai LNG dapat dipasok dari blok migas yang ada di wilayah Sumatera Selatan yang terkenal dengan lumbung gas, bahkan sampai diekspor ke Singapura dan dialirkan ke Pulau Jawa melalui Pipa Transmisi SSWJ.

"LNG untuk kereta api di wilayah Sumsel, tinggal tapping dari pipa transmisi, lalu diregasifikasi masuk storage LNG di wilayah Kertapati dan sekitarnya kemudian disalurkan dalam ISO tank yang dipasang di belakang lokomotif kereta api sebagai bahan bakar lokomotif penggerak dan kereta pembangkit untuk penerangan gerbong kereta api seperti yang telah digunakan USA, Kanada, Rusia, dan India."jelas Ifan.

Lebih lanjut Ifan memaparkan kuota JBT (solar subsidi) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 sebanyak 557.688 KL, naik 2.796 KL (0,5%) dari kuota tahun 2019 sebesar 554.892 KL. Sedangkan kuota JBKP tahun 2020 sama dengan kuota tahun 2019 sebesar 256.438 KL.

Sedangkan realisasi JBT sampai 30 September 2020 sebesar 365.448 KL (65,53%) dan untuk JBKP realisasinya sebesar 167.949 KL (65,49%). Sebagai solusi untuk menjamin ketersediaan BBM di wilayah Sumatera Selatan yang belum ada atau jauh dari penyalur (SPBU).

"Saat ini sedang dikembangkan mini SPBU berbasis kecamatan berupa Pertashop dan sub penyalur. Pertashop menjual BBM nonsubsidi dengan harga jual sama dengan SPBU dan direncanakan akan dibangun Pertashop 400 lokasi di Sumsel," ujarnya.

Langsung klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2