Kementerian ESDM Bersiap Evaluasi 8 Lapangan Panas Bumi

Yudistira Imandiar - detikFinance
Senin, 19 Okt 2020 22:35 WIB
Kementerian ESDM
Ilustrasi/Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melaksanakan evaluasi terhadap delapan lapangan panas bumi. Kegiatan tersebut akan dimulai dari lapangan Cikakak 1 dan Cikakak 2 bagian dari lapangan Cisolok yang ada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyebut proses penentuan lokasi tersebut mengacu pada data dari Badan Geologi. Ia mengatakan proses pelaksanaan evaluasi dilakukan dengan memperhitungkan potensi risiko dan mitigasi.

"Potensi kendala yang mesti diantisipasi antara lain kekurangan data, belum tersedianya peralatan atau perangkat lunak yang dibutuhkan, perubahan lokasi lapangan panas bumi, dampak COVID-19 serta pendanaan," kata Dadan dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2020).

Ia menambahkan, kendala yang juga dihadapi dalam proses evaluasi tersebut yakni kapasitas sumber daya manusia yang masih terbatas. Dadan menyarankan untuk dilakukan penambahan tenaga ahli yang kompeten terutama di BLU Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE).

Sementara itu, guna mengatasi kendala tersebut Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi akan membentuk tim yang terdiri dari Badan Geologi, Ditjen EBTKE dan Tenaga Ahli Menteri ESDM yang akan bersinergi untuk menilai pelaksanaan kegiatan ini.

Saat ini, BLU P3TKEBTKE tengah melakukan peer review terhadap usulan rencana survei, data hasil penyelidikan rinci (survei geologi, geokimia, dan geofisika), hingga model konseptual pada delapan lokasi tersebut. Tim BLU P3TKEBTKE juga akan menentukan titik bor (well targeting) sumur eksplorasi dari hasil peer review pada masing-masing lokasi.

Kepala P3TKEBTKE Chrisnawan Anditya menjelaskan, BLU P3TKEBTE juga melakukan kajian terhadap aspek non-teknis seperti keberadaan jalan akses, lokasi sumber air, hingga kemiringan permukaan.

Sementara itu, Peneliti PPPTMGB LEMIGAS Panca Wahyudi menjelaskan Badan Geologi sudah memiliki data survei terdahulu. Namun, data tersebut perlu dievaluasi ulang untuk verifikasi karena reservoir panas bumi berbeda dengan migas. Ia menerangkan akurasi penentuan titik pengeboran harus sangat tepat, tidak boleh bergeser sampai 10 meter.

Dalam proses pelaksanaannya, kegiatan evaluasi lapangan panas bumi kali ini meliputi well targeting, peer review, analisis konseptual model serta simulasi numerik. Selain lapangan Cisolok, evaluasi dilakukan di lapangan Jailolo Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara, lapangan Bittuang Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan, lapangan Nage Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur, lapangan Ciremai Kabupaten Kuningan Jawa Barat, lapangan Marana Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, lapangan Gunung Endut Kabupaten Lebak Banten, serta lapangan Sembalun Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.

(mul/mpr)