Exxon Buka Suara soal Dana Kampanye Trump Rp 366 M

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2020 11:39 WIB
Harga Minyak Jatuh, Laba Perusahaan Migas Anjlok
Foto: BBC
Jakarta -

ExxonMobil, perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat (AS) membantah adanya kongkalikong antara CEO ExxonMobil Darren Woods dengan Presiden AS Donald Trump.

Kabar itu muncul dari mulut Trump yang menyebut Exxon saat kampanye di Arizona. Trump saat itu membanggakan dirinya yang mampu menggalang dana lebih besar dari Joe Biden, saingannya dalam pemilu 3 November yang akan datang.

"Kami mengetahui pernyataan Presiden mengenai panggilannya dengan CEO kami ... dan agar menjadi jelas, itu tidak pernah terjadi," cuit Exxon dalam akun Twitter resminya dikutip dari CNN, Rabu (21/10/2020).

Trump sesumbar lantaran selama ini dia adalah pendukung kuat untuk industri bahan bakar fosil. Hal itu dianggap Trump membuat dirinya unggul dibanding Biden. Sebab, ia dengan mudahnya dapat menggalang dana kampanye dari industri minyak dan gas tersebut.

Sejauh ini, Trump telah mengumpulkan hampir US$ 13 juta dana kampanye yang berasal dari individu di perusahaan minyak dan gas, menurut OpenSecrets, sebuah kelompok penelitian di AS. Jumlah itu jauh lebih besar dari dana kampanye Biden US$ 976.000.

Besarnya dana kampanye yang dikumpulkan Trump saat ini pun jauh melebihi orang-orang Republik di masing-masing dari tiga pemilihan presiden terakhir, menurut OpenSecrets.

Misalnya, pada 2016 industri migas hanya mengirim US$ 24.000 lebih banyak kepada Trump daripada Hillary Clinton dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengan mantan calon presiden dari Partai Demokrat.

Pada 2012, calon Partai Republik Mitt Romney mengalahkan mantan Presiden Obama dengan dana kampanye US$ 5,9 juta menjadi US$ 841.000. Dan pada 2008, mantan Senator AS John McCain hanya mengangkat sekitar tiga kali lipat dari Obama.

"Kebijakan regulasi sangat agresif terhadap industri minyak. Dan industri (minyak) ingin tetap seperti itu," kata Greg Valliere, kepala strategi kebijakan AS di AGF Investments.

Trump pun sesumbar menyebut dirinya sebagai penggalang dana (kampanye) terbesar dalam sejarah. Trump meminta US$ 25 juta atau Rp 366 miliar (kurs Rp 14.655) kepada Exxon untuk dana kampanye.

"Jadi saya menelepon seseorang, CEO Exxon....'Hai, bagaimana kabarmu? Bagaimana energinya datang? Kapan kamu melakukan eksplorasi? Oh, kamu butuh beberapa izin, ya? Oke .... Aku ingin kamu mengirimiku US$ 25 juta untuk kampanye," kata Trump.

(ara/ara)