Pertamina Nilai Nicke Wakili Wanita Indonesia yang Diakui Dunia

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 16:49 WIB
Dirut Pertamina Nicke Widyawati memenuhi panggilan KPK. Ia diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menyeret nama Sofyan Basir.
Foto: Antara Foto/Reno Esnir
Jakarta -

Direktur Pertamina Nicke Widyawati dinobatkan sebagai Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi media bisnis global, Fortune. Dengan pencapaian ini, Nicke diyakini mampu membanggakan Pertamina dan juga mewakili perempuan di Indonesia di kancah internasional.

"Pencapaian ini membanggakan Pertamina dan juga Indonesia. Ibu Nicke telah mewakili seluruh perempuan di Indonesia dalam pengakuan dunia," kata VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2020).

Sementara itu, Fajriyah yakin pengakuan ini menjadi inspirasi dan teladan bagi seluruh pekerja Pertamina untuk terus bekerja keras memberikan energi serta membawa Pertamina sebagai perusahaan migas global.

Perhatian Direksi Pertamina, Dewan Komisaris, dan seluruh jajaran manajemen Pertamina saat ini adalah bagaimana mengelola perusahaan yang dapat menghasilkan kinerja terbaik yang dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara.

"Kami berharap kepercayaan Internasional terus meningkat kepada Pertamina yang mengemban visi sebagai perusahaan energi nasional kelas dunia dan mampu menghadapi tantangan energi global ke depan," tutur Fajriyah.

Terkait torehan ini, Nicke Widyawati bersyukur dan menerima positif atas penobatan dirinya sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia oleh Fortune. Nicke menilai pemeringkatan Fortune merupakan apresiasi tidak hanya untuk dirinya seorang, melainkan apresiasi untuk keseluruhan tim Pertamina.

Lebih lanjut, menurut Nicke kini tanggung jawabnya adalah untuk memastikan Pertamina terus memberikan energi untuk bangsa dan negara dan membawa Pertamina sebagai perusahaan energi global yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Tantangan masa depan energi sudah di depan mata, dan kami tetap memprioritaskan pengabdian pada bangsa, pelayanan masyarakat, dan menjawab tantangan energi global. Posisi ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen di Pertamina dan juga dukungan seluruh stakeholder dan bangsa Indonesia," ujar Nicke.

Sebagai informasi, Nicke menempati peringkat 16 dari 50 perempuan dunia yang dinilai memiliki kemampuan mengendalikan perusahaan yang dipimpinnya. Fortune menilai Nicke mampu menangani sebuah perusahaan milik negara dengan revenue tahunan lebih dari US$ 54,6 miliar dan 32.000 pekerja di seluruh dunia.

Fortune menempatkan Nicke lebih unggul dari CEO berbagai perusahaan terkenal di kancah global, seperti Temasek yang merupakan BUMN terbesar di Singapura, Shell perusahaan migas multinasional asal Belanda, serta CEO terkemuka lainnya seperti Unilever, PepsiCo, Novartis, Puma Energy, Starbucks, Morgan Stanley, dsb.

Kemampuan Nicke mengendalikan perusahaan juga dikuatkan dengan kepercayaan pemerintah untuk memilihnya kembali memimpin transformasi perusahaan menjadi holding company di bidang migas.

Fortune juga menilai Nicke Widyawati sebagai Dirut Pertamina layak menempati peringkat 16 karena mampu melakukan terobosan mengendalikan perusahaan selama masa pandemi COVID-19 sehingga kerugian Pertamina dapat ditekan, jauh lebih baik dari perusahaan migas global lainnya.

(prf/ega)