Hingga Q3 2020, Antam Catat Kinerja Segmen Nikel yang Positif

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 17:34 WIB
ANTAM Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara
Foto: PT Aneka Tambang
Jakarta -

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah mencatatkan pertumbuhan positif kinerja segmen nikel pada kuartal ketiga tahun 2020 (Juli-September 2020, 3Q20). Hal itu seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi global serta tumbuhnya tingkat permintaan nikel.

"Untuk komoditas feronikel, sepanjang periode 3Q20 Antam mencatatkan produksi feronikel unaudited sebesar 6.371 ton nikel dalam feronikel (TNi), tumbuh sebesar 6% dibandingkan capaian produksi pada periode triwulan ke-3 tahun 2019 (Juli-September 2019) sebesar 6.035 TNi. Untuk kinerja penjualan unaudited feronikel pada 3Q20 tercatat mencapai 6.462 TNi. Akumulasi capaian kinerja produksi dan penjualan unaudited feronikel ANTAM sepanjang periode sembilan bulan pertama tahun 2020 (Januari-September 2020, 9M20) tercatat sebesar masing-masing 19.133 TNi dan 19.507 TNi," ujar Sekretaris Perusahaan ANTAM Kunto Hendrapawoko, dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2020).

Lebih lanjut Kunto menjabarkan untuk komoditas bijih nikel, tercatat produksi bijih nikel unaudited yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam dan penjualan kepada pelanggan domestik pada 3020 mencapai 1,49 juta wet metric ton (wmt). Tumbuh 100% dibandingkan capai nikel pada periode kuartal kedua tahun 2020 (April-Juni 2020, 2Q20) sebesar 745 ribu wmt.

"Capaian penjualan unaudited bijih nikel pada 3Q20 tercatat sebesar 1,04 juta wmt, tumbuh signifikan jika dibandingkan dengan tingkat penjualan pada 2020 sebesar 168 ribu wmt," ujarnya.

Menurut Kunto, sepanjang periode 9M20 produksi unaudited bijih nikel Antam mencapai 2,86 juta wmt dengan tingkat penjualan unaudited mencapai 1,21 juta wmt. Antam berfokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri.

"Sejalan dengan ditetapkannya Harga Patokan Mineral Logam di dalam negeri oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, memberikan tingkat harga jual mineral dalam negeri yang lebih kompetitif dan hal tersebut menjadi peluang bagi Antam untuk meningkatkan jangkauan pemasaran bijih nikel di dalam negeri," jelasnya.

Kunto mengungkapkan dalam menghadapi tantangan volatilitas harga komoditas global, Antam berfokus pada upaya penurunan biaya tunai produksi serta implementasi kebijakan strategis terkait inisiatif efisiensi biaya yang tepat dan optimal.

"Melalui langkah ini, biaya tunai feronikel unaudited Antam sepanjang periode 9M20 tercatat sebesar US$3,34 per pon nikel, capaian tersebut mengukuhkan posisi Antam sebagai bagian dari kelompok produsen feronikel global berbiaya rendah," pungkasnya.

(akn/ega)