PLN Minta Masyarakat Ganti Kompor Gas Pakai Induksi, Apa Itu?

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2020 17:09 WIB
Ilustrasi kompor induksi, kompor listrik
Foto: Getty Images/iStockphoto/brizmaker
Jakarta -

Memperingati hari listrik nasional ke-75, PLN meluncurkan Gerakann Konversi 1 Juta Kompor Elpiji ke Kompor Induksi. PLN dalam ingin mengajak masyarakat luas meninggalkan kompor gas dan beralih ke kompor induksi.

"Ini momentum bagi kita untuk bertransformasi menyiapkan listrik untuk masa depan," ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN, Bob Saril dalam konferensi pers di Gedung PLN, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Lalu, apa itu kompor induksi?

Kompor induksi tentu berbeda dari kompor gas. Kompor ini menggunakan energi listrik sebagai energi panas. Kompor ini tidak memancarkan api layaknya kompor gas yang populer digunakan di Indonesia.

Hal itu menjadi kelebihan tersendiri bagi kompor induksi. Sebab, tidak lagi membutuhkan elpiji seperti kompor gas. Dengan begitu, bisa mengurangi impor energi. Seperti diketahui, elpiji yang dikonsumsi sebagian besar masyarakat masih impor, sementara listrik adalah energi berbasis lokal.

"Kita mengajak masyarakat beralih ke kompor induksi tanpa harus bergantung ke kompor elpiji yang saat ini sebagian besar penyediaan energinya masih impor," sambungnya.

Dengan beralih ke kompor induksi, negara bisa berhemat dari anggaran subsidi LPG yang telah dianggarkan sebesar Rp 50,6 triliun pada APBN 2020. PLN optimis gerakan konversi kompor ini dalam 5 tahun ke depan dapat membantu negara menghemat subsidi elpiji hingga sekitar Rp 4,8
triliun.

Di samping itu, konversi kompor induksi juga akan meningkatkan konsumsi energi listrik dan energi bersih. Pada tahun 2019, penggunaan listrik per kapita baru mencapai 1.084 kilo Watt hour (kWh) per kapita, PLN menargetkan konsumsi listrik per kapita meningkat menjadi 1.142 kWh.

Penggunaan kompor induksi juga dinilai lebih efisien. Hasil kajian teknis laboratorium Institut Teknologi PLN menunjukkan, untuk memasak 1 liter air dengan menggunakan kompor induksi 1.200 watt sebesar Rp 158,-, sementara menggunakan kompor elpiji tabung 12 kg (api maksimal) sekitar Rp 176,-.

"Untuk mendorong penggunaan kompor induksi, PLN akan menyiapkan program promo layanan PLN bagi pengguna kompor induksi, seperti tambah daya ataupun penyambungan baru. PLN juga telah bekerjasama dengan penyedia kompor induksi dan gerai-gerai penjualan untuk mendorong ketersediaan produk kompor induksi yang terjangkau di pasar," imbuhnya.



Simak Video "Inovasi Kompor Gas Hidrogen, Tasikmalaya"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)