Corona Merajalela, Laba Raksasa Minyak Saudi Anjlok 44%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2020 22:15 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Raksasa minyak dari semenanjung Arab, Saudi Aramco mencatatkan penurunan laba bersih pada keuangannya. Pada kuartal III, laba bersih Aramco merosot 44,6%, hal ini terjadi karena permintaan minyak yang loyo imbas pandemi Corona.

Dilansir dari CNBC, Selasa (3/11/2020), laba bersih Aramco turun menjadi US$ 11,8 miliar atau sekitar Rp 172,2 triliun (dalam kurs Rp 14.600).

Perusahaan minyak dari negara kerajaan Arab Saudi mengalami penurunan harga minyak mentah dan volume penjualan, serta margin penyulingan dan bahan kimia yang lebih lemah.

Mereka juga mencatat penurunan royalti produksi minyak. Penurunan tingkat royalti turun dari 20% menjadi 15%, dan pajak penghasilan dan zakat yang lebih rendah.

Harga saham Aramco di Saudi Tadawul (pasar bursa Arab Saudi) naik sedikit di bawah 1% menjadi 34,50 riyal per saham dalam waktu satu jam setelah bursa dibuka.

Minyak mentah Brent sendiri diperdagangkan pada US$ 39,55 per barel, setelah turun drastis pada awal pekan ini karena beberapa negara Eropa kembali melakukan lockdown di tengah melonjaknya kasus virus Corona.

Seperti hampir semua produsen minyak, perusahaan mengumumkan pemotongan belanja modal yang signifikan karena harga minyak mentah jatuh dengan dimulainya pandemi.

Belanja modal untuk kuartal ketiga adalah US$ 6,4 miliar, dengan proyek-proyek termasuk proyek minyak mentah-ke-bahan kimia senilai US$ 20 miliar yang direncanakan dengan Saudi Basic Industries Corporation (SABIC) ditunda.

Perusahaan telah mengatakan bahwa mereka merencanakan belanja modal berada di kisaran US$ 25 miliar hingga US$ 30 miliar untuk tahun 2020.

(dna/dna)