BPH Migas Gelar FGD Bahas Pembangunan Pipa Transmisi Dumai-Sei Mangke

Abu Ubaidillah - detikFinance
Kamis, 12 Nov 2020 21:28 WIB
BPH Migas
Foto: BPH Migas
Jakarta -

Saat ini BPH Migas tengah melakukan upaya pembangunan infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi gas bumi agar ketersediaan energi dapat diakses dan dinikmati oleh semua pihak, baik masyarakat kecil atau industri secara langsung.

Hal ini dilakukan sejalan dengan visi Presiden Jokowi tahun 2019-2024, yaitu mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur sekaligus diharapkan dapat menciptakan nilai tambah dan mengurangi defisit neraca perdagangan serta menggeser penggunaan BBM ke gas.

Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa dalam sambutan acara FDG Rencana Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Dumai-Sei Mangke di Hotel Pangeran, Pekanbaru mengatakan berdasarkan UU No.22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Pasal 46, tugas BPH Migas di bidang gas adalah pengaturan, penetapan, dan pengawasan tarif pengangkutan gas bumi melalui pipa, harga gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, pengusahaan transmisi, dan distribusi gas bumi.

"Melalui FGD ini kami ingin menunjukkan bahwa kami bersungguh-sungguh dan komitmen, baik BPH Migas, Kementerian ESDM, Komisi VII (DPR RI), Komite II (DPD RI) pemerintah daerah provinsi dan Kabupaten/kota mendukung. Bahwa ini jangan hanya pada diskusi tapi juga harus dieksekusi," ujar pria yang akrab disapa Ifan ini dalam keterangan tertulis, Kamis (12/11/2020).

Ifan juga mengatakan pengaturan dan penetapan pengusahaan transmisi dan pada wilayah jaringan distribusi dilaksanakan melalui lelang berdasarkan Rencana Induk Jaringan Transmisi Dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN). Dalam pelaksanaan lelang ruas transmisi dan wilayah jaringan distribusi, diperlukan kajian kelayakan proyek meliputi supply, demand, dan keekonomian.

Ifan menjelaskan pipa transmisi ruas Dumai-Sei Mangke termasuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor energi yang disetujui oleh Presiden sebagai PSN dan akan dimasukkan ke dalam revisi peraturan Presiden nomor 56 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Selain itu pipa transmisi ruas Dumai-Sei Mangke masuk dalam ke dalam RIJTDGBN 2012-2025 (Ruas Duri-Dumai-Medan) sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM nomor 2700 K/11/MEM/2012 dan Draft RIJTDGBN 2019-2025 dengan status dalam proses Pengkajian (dengan panjang kurang lebih 386 km).

Kementerian ESDM juga telah memutuskan untuk menghentikan pengiriman gas ke Singapura yang berasa dari blok koridor yang dikelola ConocoPhillips sebanyak 300 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dalam tiga tahun ke depan untuk memenuhi permintaan domestik.

Rencananya, gas yang dipasok ke Singapura akan dialirkan untuk kepentingan dalam negeri, baik ke arah Sumatera bagian selatan dan ke Pulau Jawa melalui pipa transmisi South Sumatera West Java (SSWJ) dan juga ke arah Sumatera Utara melalui pipa transmisi eksisting Grissik-Duri, Duri-Dumai, dan rencana pipa transmisi ruas Dumai-Sei Mangke sehingga bisa jadi tambahan supply gas dari LNG yg bersumber dari LNG Bontang dan LNG Tangguh yang dialirkan melalui pipa transmisi ruas Arun-Belawan.

Dengan adanya pipa transmisi ruas Dumai-Sei Mangke diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat terutama di wilayah Sumatera dan bisa tersambung dengan pipa transmisi eksisting ruas Arun-Belawan-Kawasan Industri Medan (KIM)-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, sehingga mewujudkan integrasi pipa transmisi gas bumi sepanjang Pulau Sumatera.

Setelah FGD ini, Ifan mengatakan BPH Migas akan segera melakukan kajian bersama terkait kelayakan pembangunan pipa transmisi tersebut, entah melalui lelang atau skema penugasan. Bila skema penugasan, nanti juga akan ditentukan akan full dibiayai investasi atau kombinasi, misalnya sebagian diperjuangkan lewat APBN.

"Karena untuk pengembalian investasi, itu dihitung dengan tarif pengangkutan yang juga ditetapkan oleh BPH Migas. Kalau kita hitung-hitung supaya dia bagus harga keekonomiannya, dengan asumsi pipa 18 inchi, itu perkiraan investasinya sekitar 2,5 triliun atau hampir 200 juta USD," kata Ifan.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Indra Agus Lukman mewakili Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan pembangunan pipa transmisi Dumai-Sei Mangke diharapkan bisa memberi dampak positif terhadap pembangunan daerah.

"Rencana pembangunan pipa transmisi Dumai-Sei Mangkei yang menghubungkan sumber gas Sumatera bagian tengah dan selatan menuju Sumatera bagian Utara, kami nilai merupakan langkah yang tepat. Untuk itu, pemerintah harus sungguh-sungguh dengan melakukan perencanaan yang, khususnya terkait pendanaan sehingga rencana pembangunan pipa transmisi tersebut dapat direalisasikan," tutur Indra.

Dia juga berharap pembangunan pipa transmisi tersebut dapat menyerap tenaga kerja lokal serta bisa meningkatkan jaringan gas bumi untuk rumah tangga.

"Karena di sepanjang pipa transmisi gas bumi di perbatasan Jambi hingga Bengkalis memiliki 26 titik penyambungan yang bisa dimanfaatkan. Namun perkembangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga baru di Riau ada di Kota Pekanbaru dan Dumai," imbuhnya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Abdul Wahid menyebut diskusi terkait rencana pembangunan pipa transmisi ruas Dumai-Sei Mangke bisa menjadi titik fokus ekonomi dan kesejahteraan rakyat, sebab salah satu faktor pentingnya adalah energi.

"Di Riau energi nya banyak, di bawah tanah ada minyak dan gas, di atas tanah ada bio energi dari sawit, namun belum bisa dirasakan oleh masyarakat. Maka kami dari komisi VII mendorong adanya keadilan kewilayahan, bagaimana daerah penghasil energi harus merasakan manfaat. di Riau sumber gas banyak, kami mendorong jargas menjadi prioritas, agar bisa dirasakan oleh masyarakat," kata dia.

Abdul mengatakan pembangunan infrastruktur ini menjadi penting untuk menunjang pembangunan ekonomi. Menurutnya jangan banyak diskusi, yang penting eksekusi. Riau disebut sebagai sentral Sumatera dan kehadiran negara harus memberi kenyamanan kepada masyarakat agar masyarakat aman dan nyaman. Pihaknya juga selalu berkomitmen agar menyelesaikan permasalahan yang ada untuk membangun Riau.

Sebagai informasi, acara FGD yang diselenggarakan oleh BPH Migas juga dihadiri oleh Komisi II DPD RI, Edwin Pratama P dan Dedi Iskandar B.; Direktur Pembangunan Infrastruktur Ditjen Migas KESDM, Alimuddin Baso; Perwakilan Kantor Staf Presiden, Didi Setiarto (hadir secara online); Perwakilan SKK Migas, M. Anas Pradipta (hadir secara online); Perwakilan BAPPENAS, Hanan Nugroho; Badan Usaha Niaga dan Pengangkutan Gas Bumi yaitu PT. PGN Tbk., PT. Pertamina Gas., PT. TGI, PT. Sarana Pembangunan Riau, PT. Bumi Siak Pusako, PT. Riau Perkasa Energi, dan stakeholdernya lainnya seperti HIPMI Riau, Kadin Riau, Apindo Riau, PT. Kawasan Industri Nusantara (KEK Sei Mangke). Adapun Kesimpulan dari Acara FGD Rencana Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Dumai-Sei Mangke adalah sebagai berikut.

1. Rencana Pembangunan pipa transmisi ruas Dumai-Sei Mangkei merupakan pelaksanaan amanat UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi pasal 8 ayat (1) bahwa Pemerintah memberikan prioritas terhadap pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri serta sesuai dengan pasal 46 ayat (2) bahwa pengaturan terhadap ketersediaan dan distribusi gas bumi yang ditetapkan Pemerintah tersebut dilakukan oleh BPH Migas dalam rangka meningkatkan pemanfaatan gas bumi dalam negeri;

2. Gubernur Riau dan Bupati/Wali Kota se-Provinsi Riau mendukung Rencana Pembangunan Pipa Transmisi Ruas Dumai-Sei Mangkei untuk:

a. Menggerakan roda perekonomian;
b. Meningkatkan Industri berbasis gas bumi;
c. Meningkatkan pengembangan jaringan gas kota (jargas);
d. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan;
e. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
f. Mendorong pembangunan di daerah

3. Komisi VII DPR RI Dapil Riau dan DPD RI dapil Riau mendukung Rencana Pembangunan Pipa Transmisi Ruas Dumai-Sei Mangkei sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor : 2700 K/11/MEM/2012 tentang RIJTDGBN 2012-2025 dan mendukung serta mengawal agar Pipa Transmisi Ruas Dumai-Sei Mangkei dimasukkan kedalam Revisi Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga terwujud integrasi sistem jaringan Pipa Transmisi Gas Bumi dari Pulau Sumatera hingga Pulau Jawa;

4. Komisi VII DPR RI Dapil Riau dan DPD RI mendukung pelaksanaan Rencana Pembangunan Pipa Transmisi Ruas Dumai-Sei Mangkei melalui skema Lelang Ruas Transmisi oleh BPH Migas atau Penugasan kepada BUMN oleh Pemerintah atau melalui skema pembiayaan APBN;

5. Kantor Staf Presiden, BAPPENAS, Kemenko Kemaritiman & Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM c.q Ditjen Migas, SKK Migas, APINDO Riau, KADIN Riau, HIPMI Riau dan seluruh Badan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa mendukung Rencana Pembangunan Pipa Transmisi Ruas Dumai-Sei Mangkei.

(ega/ega)