Pertamina Catat Konsumsi Pertalite Melonjak di Tangsel, Ini Sebabnya

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 16:06 WIB
PT Pertamina (Persero) MOR III Jawa Bagian Barat mencatat rata-rata konsumsi harian produk BBM jenis Premium di Tangerang Selatan menurun drastis hingga 88%.
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) MOR III Jawa Bagian Barat mencatat rata-rata konsumsi harian produk BBM jenis Premium di Tangerang Selatan menurun drastis hingga 88% dari konsumsi normal harian yakni sebesar lebih dari 380 kiloliter (kl) per hari. Sebaliknya, konsumsi BBM jenis Pertalite dengan Research Octane Number (RON) 90 justru melonjak hingga sekitar lebih dari 160 kl per hari.

Menurut Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan, peningkatan konsumsi bahan bakar minyak berkualitas ini diyakini seiring dengan peningkatan aktivitas dalam menggerakkan roda perekonomian daerah di Provinsi Banten. Terlebih adanya Program Langit Biru (PLB) yang sudah dimulai pada 13 September hingga Minggu kedua bulan November 2020 ini.

"Tangerang Selatan merupakan kota penyangga ibu kota negara dengan posisi strategis, yang mendapat dukungan dari masyarakatnya untuk menjadi pelopor penerapan program energi bersih yang berujung pada meningkatnya kualitas udara dan lingkungan," ujar Eko dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020).

Eko berharap semakin bertambahnya kesadaran dan kepedulian masyarakat akan penggunaan energi BBM bersih yang rendah emisi, diharapkan pelestarian lingkungan dapat sejalan dengan kembali pulihnya aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat di Banten, khususnya di Kota Tangerang Selatan.

"Sebagai bentuk apresiasi terhadap animo pelanggan yang setia menggunakan BBM ramah lingkungan untuk terwujudnya Tangerang Selatan yang asri, nyaman, dan bersih, maka sebagai bagian dari rangkaian Program Langit Biru, Pertamina meluncurkan Program Pertalite harga khusus, sehingga konsumen dapat merasakan performa Pertalite dengan harga Rp 6.850 per liter, lebih rendah Rp 800 dari harga normal," imbuh Eko

Pertamina, kata dia, mengapresiasi masyarakat yang sudah beralih menggunakan dan merasakan pengalaman langsung keunggulan kualitas Pertalite dan juga Pertamax-Series serta Dex-Series. "Semoga kualitas lingkungan, khususnya udara di Kota Tangerang Selatan bisa semakin bersih seiring dengan peningkatan penggunaan BBM yang berkualitas dan rendah emisi," jelasnya.

Sebagai informasi, mengutip dari www.iqair.com, situs yang menampilkan kualitas udara di berbagai kota di dunia, 30 hari sebelum Program Langit Biru (PLB) dijalankan di Kota Tangerang Selatan, tercatat indeks kualitas udara di Kota Tangerang Selatan rata-rata di angka 165. PLB di Kota Tangerang Selatan dimulai pada 13 September 2020.

Sebaliknya, pada minggu pertama November, tercatat indeks kualitas udara di Tangerang Selatan rata-rata di angka 109. Bahkan, rata-rata indeks kualitas udara selama seminggu akhir Oktober (25-31 Oktober 2020) di angka 88. Artinya kualitas udara di Kota Tangsel semakin bersih atau lebih baik.

(akn/hns)