PHE OSOS Selesaikan Seismik Laut 3D Seluas 215 km Persegi

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 20:06 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera (PHE OSES) telah menyelesaikan Seismik Laut 3D Area Ambar-CBU dengan Metode Ocean Bottom Node (OBN) seluas 215 km persegi pada 10 November 2020. Penyelesaian ini ditandai dengan pekerjaan onboard processing yang dilakukan di atas kapal.

Dalam melaksanakan kegiatan seismik ini, COVID-19 membuat tantangan dalam pelaksanaannya cukup tinggi. Sehingga pada diperlukan perencanaan dan mitigasi yang menyeluruh untuk dapat menyelesaikan proyek dengan kategori high risk untuk menyelesaikannya lebih cepat dari target.

Pelaksanaan seismik tersebut dilakukan PT ELNUSA Tbk, yang dikerjakan oleh personil 100% Indonesia, proyek ini selesai dalam 67 hari, dari target 70 hari dengan pencapaian 170.736 manhours tanpa Lost Time Incident (LTI).

"Kami bersyukur kegiatan seismik 3D di wilayah kerja SES telah selesai 3 hari lebih cepat dari target waktu yang ditetapkan dan berjalan aman tanpa kecelakaan kerja," ujar Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi Medy Kurniawan dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020).

Lebih lanjut Medy mengungkapkan harapannya agar Seismik 3D OBN Ambar ini bisa memberikan breakthrough penemuan Big Fish di luar area mature field sehingga Pertamina dapat terus mendukung peningkatan produksi dan cadangan migas nasional.

Area Ambar berada di perairan Lampung, 150 km di utara Jakarta, dengan perjalanan 7-12 jam menggunakan kapal. Secara geografis, lokasi ini berada di area perairan terbuka dimana cuaca sangat berperan dalam menentukan kelancaran operasi. Pekerjaan seismik ini melibatkan 7 buah kapal, dengan jumlah crew sekitar 215 orang.

Pelaksanaan survei Seismik 3D OBN Ambar merupakan salah satu pemenuhan Komitmen Pasti Eksplorasi PHE OSES tahun ke-2. PHE OSES juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan Kementerian ESDM, SKK Migas, Elnusa, dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Lampung dan Jakarta sehingga kegiatan survei seismik ini dapat terselesaikan dengan baik.

(mul/ega)