Kapan RI Bisa Setop Impor BBM?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 16 Nov 2020 15:49 WIB
Cina Borong Minyak Dunia Saat AS Tutup Keran Impor
Foto: DW (News)
Jakarta -

Kementerian ESDM memperkirakan jumlah produksi dan permintaan BBM baru bisa seimbang di tahun 2026 dalam Prognosa Supply Demand BBM 2020-2030. Pada saat ini, permintaan BBM lebih besar dari produksi, sehingga sebagian dipenuhi dari impor.

Jumlah produksi dan permintaan akan sama seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan produksi BBM. Permintaan itu juga dipenuhi dengan produksi bahan bakar nabati.

"Tentang BBM kita lihat di sini kurva biru yang gelap yang kanan produksi, sebelah kirinya demand. Pada tahun 2020 kita tahu demand lebih besar daripada produksi, diharapkan dengan rencana ini terus meningkat, sehingga pada 2026 diharapkan bisa sama antara demand dan produksi," kata Direktur Jenderal Migas Tutuka Ariadji dalam rapat Komisi VII, Senin (16/11/2020).

"Yang angka 12,8 (juta KL) BBN, bahan bakar nabati, secara konsisten mengurangi impor," tambahnya.

Lebih lanjut Tutuka mengatakan, cadangan terbukti minyak berdasarkan definisi terbaru saat ini ialah 2,44 miliar barel. Adapun umur cadangan ini 9,4 tahun dengan asumsi tidak ada penemuan cadangan baru.

"Perlu disampaikan cadangan provent saat ini 2,44 miliar barel artinya di sini menggunakan definisi yang lebih baru dibagi laju alirnya menjadi 9,4 tahun," katanya.

Sementara, untuk cadangan gas terbuktinya ialah 43,6 triliun kaki kubik. Selanjutnya, umur cadangannya ialah 17,7 tahun.

(acd/fdl)