PLN Dapat Suntikan Modal Rp 5 T, Dipakai Buat Apa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 11:55 WIB
Laba Bank Mandiri Rp 7,1 Triliun

PT Bank Mandiri Tbk berhasil mencetak laba semester I 2012 sebesar Rp 7,1 triliun pada kuartal II 2012. Angka itu tumbuh 12,69% dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 6,3 triliun. Hal ini dikatakan Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, saat diskusi bertajuk Menjadi Lembaga Keuangan yang Selalu Progresissive dan Dihargai di ASEAN, di Grand Ballroom Hotel Intercontinental Midplaza, Senin (6/8/2012). Agung Pambudhy/Detikcom 

1. (Kika) Chief Ekonomist Destry Damayanti, Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Direktur Commercial and Business Banking Sunarso dan Vice President Coordinator Change Management Office Ventje Rahadjo saat diskusi. 
 Pertumbuhan laba Bank Mandiri tak lepas dari sokongan anak-anak perusahaannya, seperti Bank Syariah Mandiri, Aksa Mandiri, dan Tunas Mandiri. 
2.  Total laba anak perusahaan membaik, mencapai Rp 936 miliar atau hampir Rp 1 triliun. Pertumbuhan laba hanya dari anak perusahaan mencapai 36,5 persen year on year
3. Laba perseroan juga didorong kinerja positif dalam penyaluran kredit. Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit sebesar 26,6 persen menjadi Rp 350,4 triliun pada kuartal II 2012.
Dirut PLN Zulkifli Zaini/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT PLN (Persero) mendapat alokasi penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 5 triliun untuk tahun 2021. Alokasi tersebut di bawah usulan semula yang mencapai Rp 20 triliun.

Demikian disampaikan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (18/11/2020).

"Usulan awal tahun 2021 dari PLN sebesar Rp 20 triliun yang kami usulkan Januari 2020. UU APBN 9 Tahun 2020 yang ditetapkan 27 Oktober mengalokasikan PMN yang akan diberikan kepada PLN Rp 5 triliun," katanya.

Dia mengatakan, alokasi PMN 2021 akan digunakan untuk transmisi sebanyak Rp 2 triliun dan Rp 3 triliun untuk pembangkit listrik energi baru terbarukan dan listrik desa.

Lebih lanjut, Zulkifli mengatakan, PMN yang diberikan pemerintah memberikan dampak sosial dan ekonomi. Lanjutnya, berdasarkan kajian PLN bekerja sama dengan konsultan perguruan tinggi disebutkan setiap Rp 1 triliun PMN yang diberikan memberikan dampak terhadap output nasional 2,69, PDB 1,41, dan tenaga kerja 14.048.

Sementara, PMN yang telah diberikan dari 2015 hingga 2019 sebesar Rp 35,06 triliun, sehingga dampaknya adalah penyerapan tenaga kerja mencapai 492.535 orang.

"Dengan fasilitas PMN 2015-2019 Rp 35,06 triliun mampu menciptakan output nasional Rp 94,33 triliun di mana PDB Rp 49,39 triliun dan penyerapan tenaga kerja 492.535 orang," katanya.

(acd/ara)