Pelumas dan UMKM Binaan Pertamina Berpeluang Go International

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 15:26 WIB
Produsen pelumas mulai melirik pasar di luar Pulau Jawa. Salah satunya Shell Indonesia yang tengah membidik wilayah tersebut.
Ilustrasi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) membuka peluang produk pelumas dan UMKM binaan program kemitraan Pertamina untuk go global. Hal itu ditujukan dengan penandatanganan MoU antara PT Pertamina Lubricants (PTPL) dengan dua partner bisnis di Australia.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengatakan kerja sama itu juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong ekspor produk pelumas Pertamina dan produk UMKM binaan Pertamina ke pasar Australia.

"Khususnya berkaitan dengan telah diimplementasikannya Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah ditandatangani pada 5 Juli 2020 lalu antara Indonesia dan Australia. Di mana hal itu memberikan peluang akses barang dan jasa dengan kemudahan fasilitas bebas bea masuk (tarif bea masuk dihapuskan)," ujar Heppy dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11/2020).

Heppy mengatakan dengan adanya ekspansi tersebut akan memperkuat jaringan Pertamina dengan rekanan global. Terlebih terdapat cakupan yang merata dari kerja sama yang sudah di buat, yakni dari sisi bisnis oleh PTPL dan upaya pemasaran produk UMKM binaan Pertamina melalui CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero).

"Kami berharap dengan kolaborasi ini dapat lebih mendorong eksistensi dan meningkatkan daya saing tidak hanya produk pelumas Pertamina tetapi juga produk unggulan UMKM Indonesia lainnya di kancah perdagangan global," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, upaya ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs), yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta tenaga kerja penuh dan produktif.

"Di mana diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants Andria Nusa menambahkan Australia merupakan pasar yang potensial dan menarik. Dengan adanya Representative Office memudahkan perseroan untuk menggali potensi pasar dengan lebih besar lagi.

"Kerja sama ini merupakan sinergi yang baik untuk mendorong penggunaan / trial produk pelumas industri Pertamina yang sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Dengan approval dan sertifikasi dari pabrikan mesin dunia, pelumas Pertamina mampu bersaing secara global," ungkapnya.

Sebagai informasi, penandatanganan MoU ini dilakukan oleh VP Overseas PT Pertamina Lubricants, Mia Khrisna Anggraini dan disaksikan oleh Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, Andria Nusa, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kasan; Duta Besar Republik Indonesia di Canberra Australia, H.E.Y. Kristiarto S. Legowo; Konsulat Jenderal Republik Indonesia Untuk New South Wales, Queensland dan South Australia Berkedudukan di Sydney, Heru Hartanto Subolo serta perwakilan Indonesia lainnya.

Penandatanganan dilakukan melalui Representative Office Australia dengan dua partner bisnis pelumas Pertamina yang beroperasi di Perth yakni HLT Australia Pty. Ltd dan Berdi Australia Pty. Ltd dalam pergelaran Trade Expo Virtual Exhibition (TEI VE) 2020.

Diketahui, berbagai produk pelumas Industri untuk segmen transportasi dan pertambangan meliputi produk diesel engine oil, powershift transmission oils, final drive & axle lubricants, hydraulic fluid, industrial gear oil, compressor oils, refrigeration oils, dan industrial grease.

(prf/hns)