Termasuk RI, Ini 7 Negara di Dunia yang Masih Pakai BBM Setara Premium

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 15:45 WIB
PT Pertamina (Persero) MOR III Jawa Bagian Barat mencatat rata-rata konsumsi harian produk BBM jenis Premium di Tangerang Selatan menurun drastis hingga 88%.
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Indonesia berencana mau hapus BBM jenis Premium pada 1 Januari 2021 mendatang. Hal itu dikarenakan BBM dengan kadar Research Octane Number (RON) 88 tersebut tidak ramah lingkungan.

Vice President Promotion & Marketing Communication PT Pertamina, Arifun Dhalia mengatakan hanya ada 7 negara di dunia yang masih menggunakan bensin RON 88. Di ASEAN, Indonesia satu-satunya negara yang belum hapus BBM Premium.

"Di dunia itu hanya ada tujuh negara yang menjual atau menyalurkan BBM dengan RON yang kurang dari 90 atau BBM yang tidak ramah lingkungan," kata Arifun dalam webinar yang diselenggarakan YLKI, Rabu (18/11/2020).

Tujuh negara yang masih menjajakan BBM setara Premium itu yakni Indonesia, Kolombia, Mesir, Mongolia, Bangladesh, Ukraina, dan Uzbekistan. Untuk itu, saat ini Pertamina sedang mengedukasi masyarakat untuk beralih ke BBM yang lebih ramah lingkungan agar penghapusan BBM Premium bisa diimplementasikan.

"Masa iya kita setara dengan Bangladesh, Kolombia, kan sebenarnya menyedihkan informasi ini," ucapnya.

Tidak hanya sampai di situ, Indonesia juga menjadi negara dengan variasi BBM terbanyak yakni 6 jenis; RON 88 (Premium), RON 89, RON 90 (Pertalite), RON 92 (Pertamax), RON 95 (Pertamax Turbo), dan RON 98 (Pertamax Racing).

Di wilayah ASEAN lain, Singapura misalnya, hanya menjual 2 jenis BBM yakni RON 92 dan 98. Begitu juga di Malaysia, minimal yang dijual yaitu BBM RON 95 dan BBM RON 97. Kemudian di Thailand (BBM RON 91 & BBM RON 95), Filipina (BBM RON 91, BBM RON 95, BBM RON 97, dan BBM RON 100), Vietnam (BBM RON 92 dan BBM RON 95).

"Di tempat lain maksimum hanya 4 paling banyak 2 atau 3, jadi kira-kira ke depan kita perlu melakukan perbaikan dari jumlah varian (BBM) yang akan dijual di Indonesia," tandasnya.

(zlf/zlf)